Rabu, 22 Apr 2026
  • Home
  • Sosial
  • Anggota DPRD Kritisi Pidato Achmad pada Puncak HUT Rohul ke-16, Tentang Rumah Sekolah

Anggota DPRD Kritisi Pidato Achmad pada Puncak HUT Rohul ke-16, Tentang Rumah Sekolah

Laporan : Fahrin Waruwu
Selasa, 13 Okt 2015 10:42
Fahrin Waruwu
Kondisi Dinding SMP 16 Tambusai Utara.

ROKAN HULU - Terkait pidato Bupati Rokan Hulu Achmad yang menyebut dalam pidato HUT Rohul ke-16 tidak ada lagi bangunan Sekolah yang berdindingkan papan atau yang memprihatinkan saat ini di Rokan Hulu.  Namun pernyataan itu di kritisi oleh salah satu anggota DPRD Rohul Alfasirin yang katanya masih ada  di daerah kecamatan yang masih jauh dari pusat kota masih banyak sekolah yang kondisi bangunannya yang tidak layak.

Perkataan orang nomor satu di Rohul yang menyebutkan tidak adanya lagi sekolah yang memprihatinkan ini, ketika penyampaian amanat dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Rohul ke-16 di lapangan kantor Bupati Rohul, Komplek Bina Praja, Pasir Pengaraian.

Dalam sambutan serta amanatnya, Bupati Achmad menyebutkan seluruh sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas sudah dalam kondisi yang memadai dan gratis karena ditanggung APBD yang mencapai 27 %

"Segala pembiayaan Sekolah Gratis, tidak ada lagi sekolah yang berdinding papan. Seluruh sekolah sudah kita bangun dengan anggaran yang ada," kata Bupati Achmad, Senin (12/10) pagi.

Pernyataan Bupati Achmad mendapat penilaian berbeda dari salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohul Fraksi Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) Alpasirin S. Ip, M. Ip. Dia mengatakan, kondisi yang disampaikan oleh orang nomor satu di negeri seribu suluk itu sangat berbeda dengan kenyataan yang ada.

"Ungkapannya itu hanya mimpi yang tidak terwujud. Beliau (Achmad) tidak tau kondisi real dilapangan. Kita yang lebih tau kondisi sekolah di Rohul," kata Alpasirin.

Seperti kunjungannya ke Sekolah Dasar (SD) Negeri 014 berlokasi di Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah, beberapa waktu yang lalu. Diakui anggota Komis III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Rohul membidangi pendidikan mengaku prihatin atas kondisi sekolah itu.

Menurut Alpa (sapaan Alpasirin), Dewan yang terpilih dari daerah pemilihan I ini,  kondisi yang ada merupakan potret realita pendidikan yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah Daerah.

Oleh sebab itu dia berencana aspirasi tersebut akan disampaikan melalui lembaga DPRD lalu diteruskan kepada Pemerintah untuk dianggarkan melalui APBD setiap tahunnya.

"Kondisi objektif hari ini membuat kita prihatin. Kita kasihan ada murid yang belajar dengan kondisi seperti ini," lanjut Alpa.

Dirinya berharap pendidikan kedepan harus dibenahi dengan harapan realisasi anggaran dapat menyentuh dan tepat sasaran.

"Kita tidak menjastifikasi atau mendiskriminasi konsep pembangunan, akan tetapi melalui anggaran yang ada konsep pembangun kedepan harus jelas dan tepat sasaran,"harap Alpa

Kondisi memprihatinkan juga terjadi di tempat lain di Rohul. sekitar 59 murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 005 Tambusai Utara, berlokasi di Desa Pagar Mayang, belajar di bawah pohon kelapa sawit milik warga sekitar.

Puluhan murid SD ini terpaksa belajar di bawah pohon sawit menggunakan terpal warna biru, hanya beratapkan daun sawit, karena sekolahnya kekurangan ruangan kelas belajar (RKB).

Sebelumnya Kepala SDN 005 Tambusai Utara Eko Yuniansyah mengatakan 59 murid yang terpaksa belajar di bawah pohon kelapa sawit merupakan murid Kelas 5A dan Kelas 5B.

Eko mengungkapkan beberapa tahun terakhir, jumlah murid baru di sekolahnya mengalami lonjakan atau oper kapasitas. Seperti tahun ajaran baru 2014/2015 lalu, karena murid baru oper kapasitas, pihak sekolah terpaksa meminjam rumah warga untuk ruang belajar.

Eko mengakui setiap tahun ajaran baru, pihaknya telah mengajukan proposal untuk penambahan RKB ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rohul. Namun, belum ada jawaban.

Saat ini, jumlah murid SDN 005 Tambusai Utara sudah mencapai 302 orang. Seharusnya, setiap RKB hanya bisa menampung 30 orang. Agar semua murid bisa belajar, pihak sekolah membagi dua ruangan belajar setiap kelas.

Eko mengungkapkan agar semua murid bisa belajar, pihak sekolah terpaksa menerapkan sistem belajar khusus bagi Kelas 1 dan Kelas 2.

Murid Kelas 1 dibagi dua ruangan mulai belajar pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Kemudian dilanjutkan, pukul 10.00 WIB merupakan waktu belajar bagi murid Kelas 2 yang dibagi dua.

Di tempat yang lain juga di SMP 016  Tambusai Utara terlihat kondisi bangunan sangat memprihatinkan, dan perlu perhatian serius Pemkab Rohul untuk lebih memajukan dunia pendidikan saat ini.

Sementara Wakil Ketua DPRD Rohul Zulkarnain S.Sos tidak banyak memberikan komentarnya, namun di harapkan, "kedepan Pemerintah Rokan Hulu lebih memperhatikan dunia pendidikan yang merupakan harapan masa depan bangsa indonesia," kata Zulkarnain senin (12/10/2015). (Fah)

Sosial
Berita Terkait
  • Rabu, 22 Apr 2026 10:58

    Antisipasi Kecurangan UTBK di UI, Peserta Berhijab Diperiksa Pakai Metal Detector

    DEPOK - Universitas Indonesia (UI) menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Pihak panitia pun memperketat pengawasa

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:55

    Curhat Peserta UTBK SNBT 2026 di UI: Soal Lebih Susah dari Kisi-Kisi

    DEPOK - Peserta UTBK SNBT 2026 di Universitas Indonesia (UI) mulai merasakan tantangan dari soal-soal yang disajikan. Farhan Fuadi, salah satu peserta asal Jakarta, mengungkapkan bahwa tingk

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:53

    Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”

    MADRID â€" Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertah

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:50

    Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Tapi Blokade Tetap Berjalan

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa blokade militer terhadap negara tersebut tetap diberlakukan.Tr

  • Rabu, 22 Apr 2026 10:47

    Kasus Suap Bea Cukai, KPK Sita Rp2 Miliar dan Logam Mulia dari SDB

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp2 miliar dan logam mulia terkait kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai.Penyitaan ini dilakukan setelah penggel

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.