Bayu Wibisono Harumkan Nama Riau, Raih Juara I Hafalan 10 Juz Pada Lomba MHTQ Nasional
Admin
Jumat, 26 Mar 2021 13:28
PEKANBARU - Bayu Wibisono Damanik, mewakili Riau, Bayu berhasil meraih prestasi di lomba MHTQ nasional.
Bayu meraih peringkat I dalam Musabaqah Hafalan Alquran dan Hadis (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud nasional ke-13.
Qori asal Desa Kuti Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu mengharumkan nama Riau di kancah nasional.
Bayu Wibisono meraih peringkat I hafalan Alquran 10 juz putra dengan memperoleh nilai sempurna 100 yang digelar Kementerian Agama bekerja sama dengan Kedutaan Besar Arab Saudi.
Bayu Wibisono menyisihkan Uli Satria dari Aceh dengan nilai 98 dan Ali Hamzah Al-Fansuri utusan Provinsi Kepulauan Riau dengan nilai 97,83 pada MHQH yang digelar pada 22-25 Maret 2021, di Jakarta,
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) tingkat Provinsi Riau, H Ahmad Syah Harrofie, Jumat (26/3/2021) menjelaskan bahwa wakil Riau itu berhasil menyisihkan 39 peserta lomba lainnya pada ajang (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud.
"Alhamdulillah Bayu Wibisono Damanik dari Riau mampu keluar sebagai juara pertama Tahfiz 10 juz putra dengan nilai sempurna," kata mantan Asisten 1 Setdaprov Riau ini.
Tidak hanya itu, Bayu juga mendapat kehormatan tampil di acara penutupan pada ajang MHQH di Jakarta, 25 Maret 2021 kemarin.
"Mudah-mudahan prestasi yang diraih oleh anak kita ini pertanda baik untuk Bayu dan Riau," ujarnya.
Menurut Ahmad Syah, Bayu memang Hafidz Andalan Riau, dibina melalui Qur'an Center LPTQ Riau sejak 2018 lalu. Bahkan, pada MTQ Nasional ke 28 di Padang bulan November 2020 lalu juga tampil sebagai Terbaik Pertama Nasional di Cabang Tahfidz 10 juz putra.
"Secara khusus Bayu diasuh oleh Nurul Kamal di rumah tahfiz nurul huffas Pekanbaru," katanya.
Ahmad Syah menceritakan, Bayu mulai berprestasi tingkat nasional pada STQ 25 di pontianak kalbar tahun 2019 tahfiz 10 juz Putra terbaik II.
Seperti diketahui, Kementerian Agama bekerja sama dengan Kedutaan Besar Arab Saudi menggelar Musabaqah Hafalan Al-Quran dan Hadits (MHQH) Amir Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat Nasional ke-13.
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini dibuka Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Essam Abid Althagafi Senin (22/3/2021) di Jakarta.
Dengan protokol kesehatan yang ketat, dan berlangsung selama empat hari, mulai 22 s/d 25 Maret 2021, sebanyak 250 Hafiz dan Hafizah dari 34 provinsi di Indonesia mengikuti lima cabang perlombaan MHQH.
Adapun cabang yang dilombakan terdiri atas hafalan 30 juz, 20 juz, 15 juz, dan 10 juz untuk putra dan putri. Sedangkan hafalan hadits hanya untuk putra dengan menghafal Kitab Hadits Umdatul Ahkam.
Sementara Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau, Mahyudin mengatakan, selama ajang tersebut berlangsung, protokol kesehatan berjalan yang cukup ketat.
Ajang MHQH yang berlangsung selama empat hari, mulai 22-25 Maret 2021, sebanyak 250 hafiz dan hafizah dari 34 provinsi di Indonesia mengikuti lima cabang perlombaan MHQH.
Cabang yang dilombakan, terdiri atas hafalan 30 juz, 20 juz, 15 juz, dan 10 juz untuk putra dan putri. Sedangkan hafalan hadits hanya untuk putra dengan menghafal Kitab Hadis Umdatul Ahkam.
"Dengan ikutnya Provinsi Riau pada pelaksanaan MHQH ini, sebagai salah satu upaya bersama untuk mendorong dan menggairahkan pendidikan Al-Qur'an dan Hadis di Provinsi Riau," katanya.
Ia mengatakan, ikutnya Riau pada ajang MHQH tingkat nasional kerja sama Kementerian Agama dengan Arab Saudi merupakan salah satu upaya dalam mendorong dan menggairahkan pendidikan Alquran dan Hadis di Provinsi Riau.
Dengan wadah ini, katanya, diharapkan bisa melahirkan lebih banyak penghafal Alquran dan hadis di masa mendatang karena minat generasi muda Islam di Tanah Air dalam ilmu-ilmu Alquran dan hadis harus terus dikembangkan dan tidak boleh pudar dari masa ke masa.
"Selamat kepada peserta utusan MHQH Provinsi Riau dengan prestasi yang diraih, semoga dengan prestasi tersebut dapat memotivasi gairah pendidikan Alquran untuk lebih baik di Provinsi Riau," kata Mahyudin.