Jumat, 17 Apr 2026
Didukung STP dan Chevron, Bupati Harapkan Desa Koto Mesjid Semakin Menarik Dikunjungi
Laporan: Tim Spirit
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 25 Jun 2020 22:05
KOTO MASJID - Desa Koto Mesjid yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Kampung Patin diharapkan Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto menjadi desa yang semakin menarik untuk dikunjungi.
Harapan itu disampaikan Bupati Kampar H Catur Sugeng Susanto dalam pengarahannya ketika membuka Focus Grup Discussion (FGD), Base Line Study, Survey, Pendampingan Desa Wisata Kampung Patin di aula kantor Kepala Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kamis (25/6/2020).
"Kami tentu akan mendorong terus, mensupport dan tentunya berkomitmen agar desa Koto Mesjid menjadi suatu desa yang tentunya nanti memiliki daya tarik tersendiri dalam tujuan wisata," ujar Catur.
Ia mengatakan, Pemkab Kampar berkomitmen untuk mendukung perkembangan pariwisata karena akan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian masyarakat. Jalan tol trans Sumatera ruas Pekanbaru-Padang yang melewati Kabupaten Kampar diyakini akan memberikan multiplier effect untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apalagi Pemkab Kampar telaj mengupayakan adanya exit tol atau gerbang masuk dan keluar pintu tol di wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar yang saat ini dikenal sebagai daerah yang sedang menggeliat destinasi wisatanya yang dikunjungi banyak orang.
Lebih lanjut bupati mengatakan, Kabupaten Kampar beberapa waktu lalu telah mendapatkan dua penghargaan dibidang pariwisata dimana Destinasi Wisata Gulamo meraih juara tiga nasional Anugerah Pesona Indonesia (API) 2019 untuk kategori surga tersembunyi terpopuler.
Disamping itu kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling dinobatkan sebagai destinasi favorit di Provinsi Riau. "Ternyata Kampar memiliki potensi luar biasa untuk potensi pariwisata," ulas Catur.
Pada kesempatan ini Bupati Kampar menyampaikan ucapan terima kasih kepada STP Riau dan PT CPI atas dukungan dan dorongannya memajukan pariwisata Kampar seperti yang dilakukan di Desa Koto Mesjid yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perkembangan daerah ini menjadi desa wisata.
Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau Eni Sumiarsih dalam sambutannya menyampaikan, selama enam bulan kedepan STP Riau yang didukung PT CPI akan melakukan pengumpulan data serta identifikasi dari peserta FGD dan masyarakat yang tepat sasaran dalam rangka pengembangan pariwisata baik pembinaan pemandu wisata, pengelolaan home stay dan penyajian kuliner.
"Yang akhirnya akan memberi dampak siginifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kampung Patin, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau," terang Eni.
Dengan adanya program pendampingan ini Desa Wisata Kampung Patin semakin mandiri dan maju.
Kepada Pemprov Riau maupun Pemkab Kampar ia mengharapkan bersama-sama dalam mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan.
Kemudian alasan STP Riau memilih Koto Mesjid sebagai desa yang didampingi karena sebelumnya STP Riau banyak berdiskusi dengan Kepala Dinas Pariwisata Riau sebelumnya yaitu Almarhum Fahmizal Usman dan STP Riau disarankan mencari daerah yang dekat dan aksesnya memadai. Selain itu perimbangan lain karena Desa Koto Mesjid yang merupakan pemekaran dari Desa Pulau Gadang berada di paparan waduk PLTA Koto Panjang berada di paparan Waduk PLTA Koto Panjang.
"Ada suatu peristiwa yang bisa dijadikan sebagai keunikan," beber Eni.
Sementara itu Kades Koto Mesjid Arjunalis dalam sambutannya menyampaikan profil Desa Koto Mesjid hingga berkembang seperti saat ini. Desa ini memiliki ratusan hektare lahan yang dialih fungsikan menjadi sentra perikanan darat. Dengan keberadaan kolam ikan hampir di setiap rumah, desa ini telah menghasilkan ikan patin basah dan ikan patin yang telah diolah menjadi aneka produk seperti salai ikan patin, nugget, kerupuk dan aneka produk lainnya.
"Kami memiliki produk unggulan perikanan darat. Telah memiliki produk hulu sampai hilir, mulai dari pembenihan, pembesaran dan pengolahan hasilnya," beber Arjunalis.
Sebagai desa yang baru lahir dari pemekaran, jajaran pemerintahan dan masyarakat desa ini harus bekerja keras. "Walaupun tak sama dengan desa induk tapi paling tidak seiringlah," katanya.
Selain memiliki potensi perikanan darat, potensi lainnya di desa ini adalah dibidang pariwisata. Saat ini telah ada dua kelompok sadar wisata yaitu Kelompok Sadar Wisata Puncak Kompe dan Sungai Gagak.
Pada tahun 2019 lalu desa ini juga berhasil meraih juara dua desa pariwisata tingkat provinsi.
Kegiatan ini juga dihadiri Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Rony Rahmat, General Manager Corporate Affair Asset PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) Sukamto Thamrin, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Zulia Dharma,
Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Riau Eni Sumiarsih, Pembina dan Ketua Yayasan Pendidikan Engku Putri Hamidah Prof DR Suwardi MS, sejumlah Kepala OPD Kampar, Camat XIII Koto Kampar Rahmat Fajri dan Upika serta Kepala Desa Koto Mesjid Arjunalis
Kadis Pariwisata Riau Rony Rahmat didampingi General Manager Corporate Affair Asset PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) Sukamto Thamrin juga didaulat melakukan soft opening peresmian plang nama desa binaan. Kegiatan juga diisi peninjauan galeri berbagai aneka kerajinan dan produk Kampung Patin, peninjauan sentra salai ikan patin dan meninjau destinasi wisata Puncak Kompe.***(hir)
komentar Pembaca