Jumlah Hewan Kurban Idul Adha 1443 H di Meranti Turun Dibanding Tahun Sebelumnya
Admin
Senin, 11 Jul 2022 16:37
MERANTI - Jumlah hewan kurban pada hari Raya Idul Adha 1443 Hijiriah/2022 Masehi di Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.
Adapun jumlah hewan kurban turun sebanyak 110 ekor dibandingkan tahun 2021 yang lalu.
Dimana pada hari Raya Idul Adha tahun 1442 lalu, total hewan kurban berjumlah 1.038 ekor.
Jumlah itu terdiri 590 ekor sapi, 438 ekor kambing dan 10 ekor kerbau.
Sementara itu, pada tahun ini mengalami penurunan dengan total keseluruhan yakni 928 ekor hewan kurban yang terdiri dari 593 ekor sapi, 328 ekor kambing dan 7 ekor kerbau.
Artinya, jumlah keseluruhan mengalami penurunan lebih kurang 10 persen.
"Jumlah sebanyak itu terhitung per Sabtu 9 Juli 2022 hingga hari ini," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kepulauan Meranti, Ifwandi SP saat diwawancara di ruang kerjanya, Senin (11/7/22) siang.
Diungkapkan Ifwandi, dari 9 Kecamatan jumlah hewan kurban yang mendominasi di Tebingtinggi yakni 254 ekor sapi dan 122 ekor kambing. Rincinya, Rangsang 78 ekor sapi dan 17 ekor kambing, Tebingtinggi Barat 51 ekor sapi dan 21 ekor kambing, Tebingtinggi Timur 20 ekor sapi dan 19 ekor kambing, Rangsang Barat 46 ekor sapi dan 23 ekor kambing, Rangsang Pesisir 33 ekor sapi dan 6 ekor kambing, Merbau 39 ekor sapi, 27 ekor kambing dan 6 ekor kerbau, Pulau Merbau 31 ekor sapi, 39 ekor kambing dan 1 ekor sapi, terakhir Kecamatan Tasikputri Puyu 41 ekor sapi dan 54 ekor kambing.
Meskipun demikian, ia tetap mengapresiasi tingkat kesadaran masyarakat untuk berkurban.
Menurutnya, ditengah wabah penyakit mulut dan kuku pihaknya berhasil menjamin kesehatan hewan ternak dengan melakukan peninjauan rutin ke beberapa sentral sebelum pelaksanaan kurban.
"Dari jumlah hewan kurban tersebut ada 2 ekor sapi hasil IB (inseminasi buatan). Alhamdulillah, semua hewan kurban terbebas dari penyakit mulut dan kuku," ucapnya.
Ifwandi berharap, pada ditahun mendatang animo dan antusias masyarakat semakin meningkat.
Diakuinya, proses penyembelihan disetiap masjid dan mushola juga berjalan lancar dan mematuhi protokol kesehatan.
"Ini juga tidak terlepas dari koordinasi dan kolaborasi dengan instansi terkait dan semoga amal ibadah pihak-pihak yang berkurban mendapatkan balasan pahala yang besar oleh Allah SWT," pungkasnya.