Masuk Jaringan Kota Pusaka, Siak Berbenah untuk Pelestarian dengan Pelibatan Multi Pihak
Admin
Rabu, 24 Agu 2022 09:14
SIAK - Bupati Siak Alfedri mengatakan terus melakukan pembenahan untuk pelestarian pusaka.
Sebab Siak masuk ke dalam Jaringan Kota Pusaka dengan dasar peninggalan bersejarah yang sangat banyak ditemui hingga saat ini.
“Siak telah menjadi anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia hingga saat sekarang. Sejak itu pula, kami terus berbenah dalam upaya pelestarian yang dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak dari pemerintah, komunitas, dan berbagai institusi terkait di dalam dan luar negeri,” kata Alfedri, Selasa (23/8/2022).
Ia mengatakan, Siak juga semakin dipercaya oleh jaringan Kota Pusaka Indonesia. Buktinya Siak baru saja menjadi tuan rumah Temu Pusaka Indonesia (TPI) 2022 dan pembacaan deklarasi Siak 2022.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Bumi Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) atau The Indonesian Heritage Trust.
Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dan komunitas muda pelestari di Siak, yakni SKELAS dan Heritage Hero dan diselenggarakan pada tanggal 18 hingga 21 Agustus 2021 lalu kemarin.
Asisten II Setdakab Siak Hendrisan menyampaikan, pihaknya memfasilitasi kegiatan BPPI di Siak selama kegiatan berlangsung. Hari pertama kegiatan adalah kelas pelestarian, bagaimana pengelolaan pusaka Siak.
“Banyak sekali kegiatan pada acara TPI 2022 ini, dan kita sebagai tuan rumah memfasilitasi semua kegiatan tersebut dengan baik,” kata dia.
Ia menyampaikan, Ketua Dewan Pembina BPPI Hashim Djodjohadikusumo dan Menteri Pariwisata dan Ekonoki Kreatif (Menparekraf) juga hadir pada hari kedua kegiatan. Keduanya berpandangan bahwa Siak pantas menyandang kota pusaka di Indonesia dengan kekayaan sejarah yang dimilikinya.
Direktur Eksekutif BPPI Hasbiansyah Zulfahri mengatakan, BPPI merupakan organisasi pelestarian yang mewadahi praktisi maupun pegiat pelestarian dari berbagai daerah di Indonesia.
Sedangkan kegiatan TPI 2022 dihadiri segenap mitra dan organisasi pelestari pusaka dari berbagai daerah di Indonesia. Misalnya Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Karangasem, Sawahlunto, Dharmasraya, dan Pekanbaru.
“Pada kegiatan TPI di Siak juga hadir peneliti dari Austria, dan peserta melalui daring yang berbagi cerita sukses serta tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian,” kata dia.
Ia menjelaskan, kegiatan TPI di Siak di antaranya Kelas Pelestarian dan Temu Mitra Pelestari Internasional. Kemudian, Jelajah Pusaka mengunjungi objek bersejarah seperti Balai Kerapatan Tinggi, Masjid Syahabuddin, Klenteng Hock Siu Kiong, Istana Siak, dan Madrasatun Nisa’ untuk semakin mengenal sejarah.
Selain itu, diadakan pula Temu Mitra Lokal yang dilanjutkan dengan Temu Sapa yang dihadiri oleh Hashim Djojohadikusumo dan Menteri Sandiaga Salahuddin Uno. Hasyim dan Sandiaga tampak amat senang selama kegiatan Pusaka di Siak.
“Kami berharap bisa meneguhkan semangat pelestarian dan membangun kemitraan dengan berbagai pihak secara luas,” kata Hashim.
Kegiatan TPI juga ditutup dengan Temu Wicara dan pamungkas yang menghasilkan Deklarasi Siak 2022.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan BPPI, Catrini Pratihari Kubontubuh mengatakan, deklarasi ini mencatatkan kata-kata kunci untuk peningkatan pelestarian pusaka ke depan. Seperti, gotong royong, kolaborasi, peningkatan kapasitas, pelibatan generasi muda dan masyarakat pelaku pelestarian sebagai subyek.
“Semoga pelestarian pusaka di Indonesia menjadi gerakan yang luas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan BPPI Dr. Laretna T Adishakti mengatakan, TPI dibangun dari tahun 2004 hingga sekarang. Namun sebelumnya sudah ada embrionya dari berbagai kegiatan yang dilakukan.
“Kenapa ada kegiatan ini, karena kita membangun pelestarian pusaka Indonesia itu sejak 2000 dan jaringan ini. Kemudian pada 2003 kami mengelenggarakan tahun pusaka Indonesia. Kami menghasilkan piagam, bahwa heritage Indonesia yang kemudian kita sebut pusaka,” kata dia.