Minggu, 26 Apr 2026
Oknum Penagih Terkesan Arogan Buat Warga Pinggir Kesal, Ini Penjelasan Kepala BRI Unit Pinggir
Laporan:Erwin Pinggir
Admin
Jumat, 26 Feb 2021 16:48
Bengkalis - Suhendry Putra(34), salah seorang Desa Pinggir Kecamatan Pinggir yang beralamat di Jalan M. Salim Gang. Pisang, sangat kecewa dan kesal dengan sikap salah seorang oknum karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pinggir Kecamatan Pinggir, yang terkesan arogan ketika melakukan penagihan tunggakkan pinjaman uang kepada istrinya, Nur Ainun Br Sinaga (35).
Suhendry yang ditemui awak Media di kediamannya pada Kamis, 25 Februari 2021, juga membenarkan bahwa dirinya dan istri ada keterlambatan untuk membayarkan kewajibannya kepada pihak BRI unit Pinggir.
"Kita sebagai warga sangat kecewa dan kesal dengan sikap oknum penagih BRI Unit Pinggir itu. Benar kita ada keterlambatan, namun bukan dengan cara marah-marah atau langsung mengatakan mau lelang rumah saya. Semuakan ada aturannya", ujar Suhendry.
Masih Suhendry, "pinjaman istri saya di BRI Unit Pinggir itu sebesar Rp 50 juta. Saya juga ada sebut saat itu kepada penagih BRI Unit Pinggir itu (25/2/21), jika tidak terima dengan keterlambatan waktu untuk membayar angsurannya, silahkan proses. Dan bukan langsung marah, dan sebut akan lelang. Seharusnya kita diberikan surat peringatan atau apalah istilahnya oleh pihak perbankan terkait dengan keterlambatan angsuran. Intinya saya sangat kecewa dan sudah dibuatnya malu. Karena dia (oknum penagih BRI Unit Pinggir) bersuara keras-keras di depan rumah saya saat itu", ucap Suhendry dengan sedikit kesal.
Terkait hal tersebut, Kepala BRI Unit Pinggir, Hendra Pasaribu, ketika ditemui awak Media membenarkan adanya peristiwa tersebut, (26/2/21).
"Benar ada sedikit komunikasi yang kurang baik dengan pihak salah seorang Nasabah kita, namun kemarin sore sudah baik. Karena setelah kejadian ribut-ribut itu (25/2/21), pihak Nasabah sudah menghubungi kita. Dan nasabah menyebutkan bahwa pihaknya sudah biasa membayarkan kewajibannya tersebut setiap akhir bulan. Namun saya jawab, kita dari pihak BRI ingin membudayakan sistem yang benar, dan agar dilaksanakan. Walaupun demikian, kita tetap menerima permohonan pembayaran nasabahnya, dan kita koordinasikan kebagian penagihannya", jelas Hendra.
"Yang pastinya ini kesalahpahaman saja. Mungkin istri nasabah kita menginformasikan ke suaminya bahwa rekan kita yang datang menagih dengan cara marah-marah. Dan itu tidaklah benar", tutup Hendra Pasaribu.
Pada pertemuan itu, turut juga hadir oknum pihak penagih BRI Unit Pinggir yang terlibat ribut dengan nasabah itu. Sekaligus juga ia mempaparkan beberapa kronologis peristiwa terjadi keributannya dengan nasabah yang dimaksud.
-efn-
komentar Pembaca