Sabtu, 09 Mei 2026
  • Home
  • Sosial
  • Peduli Covid-19, Perantau dan Warga Tempatan Desa Tanjung Simandolak Salurkan Sembako

Peduli Covid-19, Perantau dan Warga Tempatan Desa Tanjung Simandolak Salurkan Sembako

admin
Kamis, 23 Apr 2020 13:16
TELUKKUANTAN - Sebanyak 1,5 ton beras serta kebutuhan sembako lainnya di berikan kepada 146 Kepala Keluarga (KK) terdampak virus corona (Covid-19) di Desa Tanjung Simandolak Kecamatan Benai, Rabu (22/4/20). 

Bantuan ini merupakan sumbangan group WhatsApp ( WA) Tanjung Baru Bermartabat (TBB) pembagiannya dilakukan di halaman Mesjid Sholihin desa setempat. 

Ketua TBB, Rohandi di dampingi Wakil Ketua, Dedi Haristo dan Sumardi TBS disela acara menyebutkan, bantuan ini di dapat dari hasil donasi warga Tanjung Simandolak baik di perantauan maupun di kampung halaman. 

Bantuan terbesar di dapat dari keluarga besar Almarhum Haji Intan Djudin, yang mencapai 30 juta rupiah. Kemudian ada juga berasal dari warga Tanjung yang ada di Jakarta, Kalimantan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Depok, Bondowoso, Indragiri Hulu, Indragiri Hili, Kampar dan Perawang serta di Kuantan Singingi sendiri. 

"Semua kita kemas dalam bentuk sembako, yang totalnya mencapai 1,5 Ton Beras, minyak makan, gula , telur dan sirup, Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban ekonomi masyarakat, yang memang sangat sulit akibat pandemi corona ini," ungkapnya. 

Selain menyalurkan bantuan, Rohandi yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Kuantan Hilir Seberang itu juga menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, dan kebudayaan pola hidup bersih. 

Sementara Kepala Desa Tanjung Simandolak, Robinson didampingi Ketua BPD, Yekono Warman berterima kasih atas bantuan grup WhatsApp TBB yang telah peduli akan kondisi masyarakat. 

"Saya kira banyak grup WhatsApp dan ada 118 Desa di Kuansing ini, namun baru TBB yang membuktikan kepedulian nya kepada masyarakat kampung halamannya. Atas nama pemerintahan desa dan masyarakat Kades mengucapkan terima kasih dengan bantuan tersebut. Disampaikan Kades 90 persen warga hidup dari menyadap karet, bekerja harian lepas, 5 persen berkebun sawit dan hanya 0,3 persen yang jadi ASN," sebut Kades. 

"Tentu kehidupan masyarakat sangat sulit, dan bantuan TBB bagaikan hujan yang datang di tengah kemarau panjang dan begitu berarti serta penuh manfaat, terlebih masyarakat memasuki bulan suci Ramadhan," tutupnya seraya mengucapkan terima kasih.

Sumber: Riauterkini.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.