Sosial
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Riau Komitmen Bersama Tumbuhkan Generasi Berkualitas
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 27 Okt 2025 09:12
Pekanbaru-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi pondasi awal yang pemerintah rencanakan untuk memberikan peningkatan akses gizi ke masyarakat. Program MBG menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.
DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG ini di Graha Gus Dur DPW Riau, Pekanbaru, pada Jumat, (17/10/2025). Acara yang diikuti oleh ratusan peserta itu dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan legislatif hingga mitra pelaksana program.
Anggota DPR RI, Iyeth Bustami, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program MBG yang diinisiasi oleh pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Agar program MBG dapat berjalan maksimal dan optimal maka wajib diperlukan kerjasama lintas sektor untuk mendukung program ini.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah langkah nyata dalam memperbaiki status gizi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan lokal. Kami akan terus mengawal agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iyeth juga menambahkan bahwa menu dalam program ini disusun berdasarkan standar gizi nasional, sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak-anak Indonesia.
Senada, Anggota DPRD Provinsi Riau, Siti Aisyah, menyoroti pentingnya sinergi antara peningkatan gizi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Selain memperbaiki gizi anak-anak, program ini juga harus menjadi penggerak ekonomi daerah. UMKM lokal perlu dilibatkan dalam penyediaan bahan pangan agar manfaatnya terasa lebih luas bagi masyarakat,” jelasnya.
Siti Aisyah juga menekankan bahwa anak-anak sebagai aset bangsa harus mendapatkan asupan bergizi sejak dini agar tumbuh menjadi generasi produktif dan berdaya saing.
Sementara itu, perwakilan Badan Gizi Nasional, Rieska Fajarmawati menjelaskan bahwa pengawasan ketat terus dilakukan demi menjamin kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program ini.
“Kami memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar gizi dan keamanan pangan. Prinsip utama kami adalah keselamatan anak, sehingga seluruh proses produksi dan distribusi makanan diawasi bersama pemerintah daerah dan mitra pelaksana,” ujarnya.
Melalui sosialisasi di Riau ini, program MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia unggul. Dukungan masyarakat, sekolah, serta pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan agar tak ada lagi anak yang belajar dalam keadaan lapar. Dengan semangat kebersamaan, program MBG diharapkan menjadi fondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045. (***)
Sosial
Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional
JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone
Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta
JAKARTA " Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad
Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur
JAKARTA " Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat
Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait
JAKARTA " Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran
Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang
JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal