Berkunjung ke Kampung Wisata Sewu Kembang, Surganya Tanaman Hias
Admin
Jumat, 27 Nov 2020 09:55
JAGAT dunia maya dihebohkan dengan munculnya video viral seorang pencinta tanaman hias rela menukar mobilnya dengan tanaman Philodendron dan Caladium. Diketahui dalam video tersebut, tanaman hias tersebut berjenis Philodendron Florida Beauty dan Caladium Hybrid yang dikenal langka dan sangat mahal.
Terlepas dari video viral tersebut, ada salah satu daerah di Jawa Tengah yang dikenal menjadi pusat tanaman hias, Bahkan tempat tersebut dijuluki sebagai Kampung Seribu Bunga, namanya Kampung Wisata Sewu Kembang. Lokasinya di Dusun Nglurah, Kelurahan dan Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Wisata Kampung Sewu Kembang terletak di Dusun Nglurah, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Berjarak kurang lebih 35 kilometer dari Kota Solo, Jawa Tengah. Sebuah kawasan yang menjadi sentral tanaman hias ini bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.
Bagi Anda yang menggunakan kendaraan umum, bisa turun di Terminal Tawangmangu dan dilanjutkan dengan angkutan pedesaan menuju langsung ke kawasan Dusun Nglurah. Dusun Nglurah ini hanya berjarak 3 kilometer dari Taman Wisata Tawangmangu yang terkenal dengan wisata air terjun Grojogan Sewu.
Pesona keindahan alamnya yang indah
Terletak di kaki Gunung Lawu, menjadikan Kampung Wisata Sewu Kembang memiliki panorama alam yang indah. Berada pada ketinggian 1.800 mdpl, suasana alam yang asri dan sejuk begitu terasa sesampainya di sini.
Sepanjang mata memandang, Anda akan disambut beraneka macam jenis tanaman hias yang berwarna-warni. Selain itu, Dusun Nglurah juga menjadi lokasi yang cocok untuk menanam beragam sayur mayur dan tanaman hias yang cantik.
Surganya para pencinta tanaman hias
"Berbagai jenis tanaman hias tersebut antara lain Mawar, Keladi Gajah, Anthurium, Aglaonema, Philodendron, Anggrek, Cemara, Adenium, Agave, Kaktus, dan lain-lain." kata sang pemilik YouTube.
Hampir semua warga di kampung ini memiliki usaha tanaman hias. Maka dari itu julukan kampung seribu bunga ini disematkan kepada Dusun Nglurah ini.
Awalnya bukan tanaman hias
Pada awalnya Dusun Nglurah dikenal sebagai penghasil sayur mayur, salah satunya adalah seledri. Warga Dusun Nglurah hanya menanam dan menjadi petani seledri. Namun karena harga jual seledri yang rendah, maka warga Dusun Nglurah ini mencoba peruntungan baru dengan menjual tanaman hias yang hingga kini kita kenal sebagai sentral produksi tanaman hias.
Bahkan saat akhir pekan tiba, kawasan ini bisa dipenuhi oleh para pecinta tanaman hias yang sedang memburu tanaman incarannya. Hampir semua jenis tanaman hias tersedia di kampung Sewu Kembang ini.
Menjadi sentra dan komoditas tanaman hias
Hampir semua penduduk di Dusun Nglurah ini menjadi penjual dan pembibit tanaman hias. Bahkan permintaan dan pasokan tanaman hias sudah sampai ke seluruh kota di Indonesia, termasuk Kota Fak-Fak, Papua Barat.
Ada sekitar 850 kepala keluarga yang terdiri lebih dari 2000-an penduduk menekuni usaha tanaman hias. Beberapa warga juga memanfaatkan pekarangan dan halaman rumahnya untuk menyimpan tanaman hias.