Di Aceh Besar Ada Pantai Demit
Sabtu, 14 Nov 2015 09:35
Pantai eksotik yang berada Gampung Rabo, Kemukiman Pulo Nasi ini masih sangat alami. Pasir putih berpadu batu karang dan rimbun pepohonan cukup memanjakan mata.
Menoleh kekanan terlihat hamparan pasir putih melengkung mengikuti garis pantai hingga beradu dengan jejeran bebukitan hijau yang menjorok ke laut. Di atas pasir terpacak batu-batu karang dan ranting-ranting kayu.
Pantai ini menghadap langsung dengan Samudera Hindia. Ombaknya melandai, membelai batu-batu karang yang teronggok kokoh dalam air. Jika ingin mandi harus berhati-hati karena karang ini tajam.
Okezone berkesempatan berkunjung ke pantai ini bersama tim peserta Explore Pulo Aceh, Jumat (13/11/2015). Begitu berada di Pantai Demit, peserta yang rata-rata jurnalis dan traveller langsung mengabadikan keindahan pantai ini dengan kamera, sebagian mengandalkan smarphonenya.
"Menarik pemandangannya, tapi sayang enggak diurus dengan baik," kata Deni Saputra, seorang peserta.
Untuk bertandang ke Pantai Demit kita harus berlayar dulu dengan kapal ferry atau boat kayu dari Ulee Lheu, Banda Aceh ke Pulo Nasi dengan jarak tempuh satu hingga 1,5 jam.
Sesampai di Pelabuhan Lamteng, hanya butuh waktu 15 menit dari sana untuk tiba di Pantai Demit, dengan melintasi jalan menanjak dan menurun. Sayangnya belum ada transportasi umum di Pulo Nasi. Jalan di pulau ini juga belum sepenuhnya beraspal.
Pantai Demit memang belum banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan warga lokal dan pemerintah sendiri masih belum memanfaatkan potensi keindahan pantai ini sebagai destinasi menjanjikan.
Sampah seperti botol minuman, plastik, dedaunan dan ranting-ranting pepohonan masih berserakan sehingga sedikit mengganggu pemandangan.
Deni optimistis jika diurus dengan baik, Pantai Demit bisa menjadi destinasi bahari yang menjanjikan untuk pariwisata dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Menurut Abu Kasim, warga setempat, pantai ini bukan saja menarik dari sisi keindahan pemandangannya, tapi juga memiliki cerita unik dibaliknya.
Konon, nama Demit yang ditabalkan pada pantai ini berasal dari kisah mistis masa lalu bahwa dulu ada hantu demit di sana, tapi tak mengganggu warga.
Kasim mengaku pantai ini memang masih jarang dikunjungi orang. "Paling hanya orang memancing, karena di sini banyak ikan," ujarnya.
Menurutnya kurangnya kunjungan disebabkan informasi tentang Pantai Demit dan Pulo Nasi secara umumnya masih kurang terekspos ke luar. "Kalau tau ada pantai seperti pasti orang akan datang," tuturnya.
Kasim yakin jika diurus dengan baik, kemudian didukung infrastruktur dan fasilitas memadai seperti penginapan, toilet, pusat jajanan dan transportasi, maka Pantai Demit ini bisa menarik banyak wisatawan.
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau