Intip Yuk Rumah Masa Kecil Martha Tilaar
Sabtu, 07 Nov 2015 15:22
Perempuan yang dikenal sebagai pengusaha kosmetik dan jamu ini, memang lahir di Kebumen pada 4 September 1937. Karena itu, masa kecil wanita yang terlahir dengan nama Martha Handana tersebut itu dihabiskan di Kebumen.
Rumah masa kecil Martha Tilaar tersebut masih berdiri di Desa Wonokriyo, Gombong. Traveler pun bisa bertamu ke rumah masa kecil Martha Tilaar yang terletak di Jalan Sempor Lama No 28 tersebut.
Setelah sampai, traveler akan disambut bangunan rumah bercat putih yang berdiri di antara rindangnya pepohonan. Di bangunan yang diresmikan sebagai Rumah Budaya Martha Tilaar inilah sang pengusaha kosmetik ternama tersebut menghabiskan masa kecilnya.
"Bangunan ini masih mempertahankan bangunan lama, baik dari arsitektur maupun dekorasi, yaitu bergaya Kolonial," ujar Sigit Tri Wibowo selaku Deputi Program Rumah Budaya Martha Tilaar kepada Okezone di Rumah Budaya Martha Tilaar, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, belum lama ini.
Sebelum masuk Rumah Budaya Martha Tilaar, pengunjung harus membeli tiket di loket. Pelajar di atas tujuh tahun cukup membayar Rp5 ribu pengunjung lokal Rp15 ribu dan pengunjung mancanegara Rp25 ribu.
Selanjutnya, Sigit atau pemandu lainnya akan mengajak masuk untuk melihat-lihat isi rumah masa kecil Martha Tilaar ini. Pengunjung akan disambut ruang tamu yang penuh perabotan antik, seperti lilin bergaya Mandarin, lampu gantung, telfon kuno, lemari kaca berlis kayu serta foto-foto keluarga besar Martha Tilaar.
Selanjutnya, pengunjung bisa melihat kisah perjalanan Martha Tilaar melalui foto-foto yang dipajang di dinding di antara kamar-kamar tidur. Misalnya, foto masa kecil Martha Tilaar bersama keluarga besarnya. Dalam foto tersebut, tertulis Martha Handana atau Martha Tilaar pada nomor 11.
Kemudian, ada foto lain yang lebih menarik, yaitu ketika Martha Handana menemukan belahan jiwanya, Alex Tilaar. Pengunjung bisa melihat foto pernikahan Martha dengan pria asal Tomohon, Sulawesi Utara tersebut pada 12 Januari 1964 di Gereja Santa Theresia.
Menyusuri lebih jauh setiap jengkal rumah ini, kita juga akan menjumpai sebuah foto Martha Tilaar manakala menimba ilmu di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Sigit Tri Wibowo menceritakan, ketika belum genap setahun berumah tangga, Alex Tilaar mendapat beasiswa dari USAID dan meninggalkan Martha.
"Namun, tahun 1965 Martha menyusul. Disela-sela waktu luangnya ia bekerja menjadi babysitter. Hasil jerih payahnya ia tabung hingga akhirnya dapat menimba ilmu di Beauty Academy Blomington," ceritanya.
Kembali melangkahkan kaki, sampailah pengunjung di halaman yang berfungsi seperti aula. Menurut Sigit Tri Wibowo, di tempat inilah berbagai kegiatan biasa dilakukan di Rumah Budaya Martha Tilaar.
"Jadi, setelah menggali kehidupan Martha Tilaar, ada juga pemberdayaan penduduk sekitar, seminar dan panggung apresiasi seni. Karena, Martha Tilaar memang sejak dahulu mempunyai impian membuat tempat wisata edukasi di Kebumen," tutupnya.
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau