Mengenang Perjuangan di Monumen Tugu Pahlawan
Selasa, 10 Nov 2015 14:32
Monumen ini berada di tengah-tengah kota, tepatnya di Jalan Pahlawan Surabaya. Monumen yang berdiri di atas tanah lapang seluas 1,3 hektar ini selalu ramai dikunjungi turis saat 10 November, di mana rakyat Indonesia memeringati Hari Pahlawan.
Tugu ini memang dibangun untuk memeringati peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Ketika itu, arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah Indonesia kembali.
Karena itu, Tugu Pahlawan menjadi ikon paling bersejarah dari Kota Surabaya. Selain itu, bangunan ini juga ternyata cukup unik bila dilihat dari bentuknya.
Monumen yang juga berada di wilayah Kelurahan Alun-Alun Contong dan Kecamatan Bubutan ini memiliki tinggi 41,15 meter. Bentuk monumen ini menyerupai lingga atau paku terbalik.
Tidak hanya itu, badan Tugu Pahlawan berbentuk lengkungan-lengkungan dan ruas yang bermakna historis. Tugu Pahlawan dibangun dengan 10 lengkungan dan terbagi atas 11 ruas yang mengandung makna 10 November 1945.
Untuk pembangunannya tersebut, ada dua pendapat mengenai siapa yang menjadi pemrakarsa, sekaligus arsiteknya. Menurut Gatot Barnowo, Tugu Pahlawan diprakarsai oleh Doel Arnomo yang kala itu menjabat sebagai Kepala Daerah Kota Surabaya. Kemudian, ia meminta Ir. Tan untuk merancang gambar monumen yang selanjutnya diajukan kepada Presiden Soekarno.
Sedangkan, menurut Ir. Soendjasmonio, pemrakarsa monumen ini adalah Presiden Soekarno sendiri. Untuk perencanaan dan gambarnya diserahkan kepada Ir. R. Soeratmoko yang memenangkan sayembara untuk pemilihan arsitek bangunan Tugu Pahlawan.
Selanjutnya, pada awal pekerjaan pembangunan Tugu Pahlawan ini ditangani oleh Balai Kota Surabaya. Kemudian, dilanjutkan oleh Indonesian Engineering Corporation yang selanjutnya diteruskan pemborong Saroja. Akhirnya, monumen yang dibangun selama sepuluh bulan ini diresmikan oleh Presiden Soekarno pada 10 November 1952. Demikian dikutip dari berbagai sumber, Selasa (10/11/2015).
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau