Liputan6.com
Patung Alfred Russel Wallace
BITUNG - Warga Bitung berduyun-duyun menghadiri
peresmian patung Alfred Russell Walace, ilmuwan asal Inggris, di Taman
Wisata Batuputih, Cagar Alam Tangkoko, Bitung, Sulawesi Utara, Kamis, 21 Februari 2019. Mereka antusias menghadiri acara tersebut.
"Alfred Russell Walace adalah tokoh lingkungan dunia yang sangat
memberi perhatian kepada penyelamatan lingkungan di bumi. Ia sangat
terkenal teorinya yang membagi antara Wallace Line dan Wallace Area,"
kata Maximiliaan Lomban saat peresmian patung Alfred Wallace.
Menurut Max, pentingnya memelihara hutan Papua, Tangkoko,
Dogabone, Kalimantan, karena tekanan dari Laut Atlantik, angin yang
panas ini akhirnya ke utara jatuh dalam bentuk hujan ke Laut China. Jika
tak dipelihara, angin yang panas akan menghantam es yang ada di Kutub
Utara.
"Akhirnya, yang mendapatkan dampak adalah Kanada. Kanada sangat
perhatian terhadap penghutanan kembali. Seperti yang kita kenal dengan
reboisasi yang dibiayai oleh Kanada. Karena jika tidak, Kanada yang
terkena langsung dampaknya dan pulau-pulau kecil pun akan
tenggelam," terang Max.
Karena jasa-jasanya, Max termotivasi membuatkan patung Wallace agar
dikenang sepanjang masa. Ia juga berencana untuk membuatkan
patung Sijfert Koorders di tempat ini. Koorders adalah murid Alfred
Russell Wallace yang juga memperjuangkan agar 50 tempat di Indonesia
ditetapkan sebagai cagar alam.
"Bukan hanya itu, tapi juga bagaimana agar hutan ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat saya di Bitung," ujarnya.
Melalui patung Wallace, menurut Max, diletakkan chip di
atasnya. Jika warganegara Inggris mencari di internet dengan menambahkan
kata Wallace Bitung, mereka akan tahu di mana lokasi patung tersebut.
"Dengan demikian, mereka akan berkunjung untuk melihat patung ini,
selain dari Inggris maupun Eropa, juga dari belahan dunia lain, para
pencinta lingkungan yang mengenal Alfred Wallace," kata Max.
Perwakilan dari Inggris, Paul Smith dari British Council mengungkapkan senang keberadaan patung Wallace. Ia akan mempromosikan Tangkoko di media-media di Inggris. Ia juga berjanji akan mendorong wisatawan dari Inggris agar berkunjung ke Tangkoko.
Sementara
itu, pembuat patung Alfred Russell Wallace, Hendra Susanto mengatakan
pembuatan patung tersebut berlangsung selama dua bulan antara
November-Desember 2018. Kerangkanya dibuat di Bitung, sedangkan
pembetonan dilakukan di Taman Wisata Alam Batuputih, Cagar Alam
Tangkoko.
"Tinggi patung berukuran 2 meter, sedangkan tumpuannya 2,5 meter.
Patung itu menggunakan bahan pasir dan semen. Untuk tumpuannya saya
pakai granit," ujar Hendra yang juga menyebutkan bahwa patung tersebut
dilapisi cat anti lumut agar bisa bertahan lama.
Sebelum membuat patung tersebut, Hendra mengungkapkan sempat
menjelajahi foto-foto Wallace di Internet dan YouTube. Hal itu dilakukan
karena ia bisa lebih mengenal dengan sosok Wallace.
"Setelah browsing di Internet dan YouTube, saya kemudian menangkap karakter Wallace. Saat itu, mood saya sedang bagus hingga karakter patung itu mirip dengan karakter Wallace," ucap Hendra.
Hendra menambahkan, ia bersyukur karakter patung Alfred Russell
Wallace itu dinilai banyak orang mirip dengan karakter aslinya. "Itu
kepuasan tersendiri bagi saya," tandasnya.
Sumber: Liputan6.com
Traveler