Menikmati Keindahan Pantai Demit Aceh
Senin, 16 Nov 2015 09:36
Pantai eksotik yang berada Gampung Rabo, Kemukiman Pulo Nasi ini masih alami. Pasir putih berpadu batu karang dan rimbun pepohonan cukup memanjakan mata.
Menoleh kekanan terlihat hamparan pasir putih melengkung mengikuti garis pantai hingga beradu dengan jejeran bebukitan hijau yang menjorok ke laut. Di atas pasir terpacak batu-batu karang dan ranting-ranting kayu.
Pantai ini menghadap langsung dengan Samudera Hindia. Ombaknya melandai seakan membelai batu karang yang teronggok kokoh dalam air. Pantai Demit memiliki alam bawah laut yang indah. Terumbu karang dengan aneka ikan warna-warni sangat cocok untuk snorkling atau diving.
Hal lain paling menarik dari pantai ini adalah sunrisenya. Jika langit cerah, matahari terbit adalah pemandangan yang paling sempurna dan memukau di pagi hari di sini. Begitu berada di Pantai Demit, peserta yang rata-rata jurnalis dan traveller langsung mengabadikan keindahan pantai ini dengan kamera, sebagian mengandalkan smarphone-nya.
"Menarik pemandangannya, tapi sayang gak diurus dengan baik," kata Deni Saputra, seorang peserta Explore Pulo Aceh.
Untuk bertandang ke Pantai Demit kita harus berlayar dulu dengan kapal ferry atau boat kayu dari Ulee Lheu, Banda Aceh ke Pulo Nasi dengan jarak tempuh satu hingga 1,5 jam.
Sesampai di Pelabuhan Lamteng, hanya butuh waktu 15 menit dari sana untuk tiba di Pantai Demit, dengan melintasi jalan menanjak dan menurun. Sayangnya belum ada transportasi umum di Pulo Nasi. Jalan di pulau ini juga belum sepenuhnya teraspal.
Pantai Demit memang belum banyak dikunjungi wisatawan. Bahkan warga lokal dan pemerintah sendiri masih belum memanfaatkan potensi keindahan pantai ini sebagai destinasi menjanjikan.
Sampah seperti botol minuman, plastik, dedaunan dan ranting-ranting pepohonan masih berserakan sehingga sedikit mengganggu pemandangan.
Deni optimistis jika diurus dengan baik, Pantai Demit bisa menjadi destinasi bahari yang menjanjikan untuk pariwisata dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
Menurut Abu Kasim, warga setempat, pantai ini bukan saja menarik dari sisi keindahan pemandangannya, tapi juga memiliki cerita unik dibaliknya.
Konon, nama Demit yang ditabalkan pada pantai ini berasal dari kisah mistis masa lalu bahwa dulu ada hantu demit di sana, tapi tak mengganggu warga.
Kasim mengaku pantai ini memang jarang dikunjungi orang. "Paling hanya orang mancing, karena di sini banyak ikan," paparnya.
Menurutnya kurangnya kunjungan disebabkan informasi tentang Pantai Demit dan Pulo Nasi secara umumnya masih kurang terekspos ke luar. "Kalau tau ada pantai seperti pasti orang akan datang," ujarnya.
Kasim yakin jika diurus dengan baik, kemudian didukung infrastruktur dan fasilitas memadai seperti penginapan, toilet, pusat jajanan dan transportasi, maka Pantai Demit ini bisa menarik banyak wisatawan.
PT Bumi Siak Pusako Gelar RUPS Tahunan dan RUPS Luar Biasa, Tetapkan Direktur Baru untuk Perkuat Kinerja Perseroan
PEKANBARUâ€" PT Bumi Siak Pusako (BSP) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS-T) Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada Rabu (17/6/2026).Rapat dihadi
Pertamina Patra Niaga Kilang Sungai Pakning Bantu Pemulihan SMP yang Terdampak Puting Beliung
PEKANBARU - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai melalui unit produksi Sungai Pakning menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana angin puting beliung di Desa Api-Api, Ke
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Pujud Salurkan Bantuan Sembako dan Santunan kepada Warga Kurang Mampu
PUJUD-Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Pujud melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako dan santunan uang tunai kepada masyarakat kurang mamp
Jumat Curhat di Cempedak Rahuk, Polsek Tanah Putih Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas
TANAHPUTIH-Dalam upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Tanah Putih melaksanakan kegiatan Jum
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas