Travel
Pohon Jadi saksi bisu kebrutalan rezim Khmer Merah
Selasa, 09 Feb 2016 11:26
Pohon Chankiri merupakan peninggalan bersejarah yang berada di salah satu situs Ladang Pembantaian Khmer Merah. Area yang meliputi Tuol Sleng dan Choeung Ek ini digunakan oleh pasukan Khmer Merah untuk membantai lebih dari satu juta warga sipil.
Pada masa itu, Khmer merah melakukan pembantaian besar-besaran. Warga yang dianggap bersalah disiksa sampai terpaksa mengaku, kemudian dibunuh dengan hantaman palu, bambu runcing, atau senjata lainnya. Pasalnya saat itu amunisi adalah barang mahal. Jadi para prajurit harus 'kreatif' dalam melakukan eksekusi. Anak-anak mereka juga ikut dihabisi. Kepala mereka dihantamkan ke Pohon Chankiri keras-keras hingga tewas.
Pohon Chankiri Hecktictravels.com
Kenapa harus melakukan tindakan sekejam itu kepada anak-anak dan balita yang masih belum mengerti apa pun? Sebab untuk mencabut rumput dari tanah, kita harus mencabut sampai ke akar-akarnya. Tampaknya pendapat itu yang dipercayai oleh Khmer Merah.
Menurut James A. Tyner dalam bukunya yang berjudul War, Violence, and Population: Making the Body Count, tindakan ini sengaja dilakukan untuk mencegah tumbuh suburnya benih dendam di antara keluarga korban. Dengan begini aksi pemberontakan dari anak-anak korban di masa depan bisa dicegah.
Pohon Chankiri twobikersoneworld.com
Mirisnya, para prajurit yang melakukan eksekusi terhadap anak-anak dan para korban juga tak punya banyak pilihan. Menurut artikel Cambodian Shadows yang ditulis oleh Penny Cockerell, mereka harus tertawa keras-keras saat membunuh anak-anak itu. Memperlihatkan simpati sedikit saja akan membuat mereka ikut dicurigai.
Saat ditemukan kembali, batang Pohon Chankiri ternoda darah kering, helaian rambut, otak, dan serpihan tulang. Sekarang Pohon Chankiri dan seluruh situs Ladang Pembantaian diabadikan sebagai monumen pengingat atas kebrutalan rezim Khmer Merah pada masa itu.
Pohon Chankiri Hecktictravels.com
Untuk mengenang anak-anak yang tewas secara mengenaskan itu, sekarang di batang Pohon Chankiri tergantung tali berwarna-warni yang mewakili jiwa anak-anak. Di sampingnya berdiri sebuah papan yang menjelaskan riwayat singkat Pohon Chankiri. Hampir tak ada wisatawan asing yang tak meneteskan air mata saat melihat pohon ini dan mendengarkan kisah kelamnya.(merdeka.com
Traveler
Belanda Pecahkan Rekor Tak Terkalahkan di Piala Dunia Usai Bantai Swedia 5-1
HOUSTON - Timnas Belanda memecahkan rekor tak terkalahkan terpanjang sepanjang gelara Piala Dunia. Kemenangan 5-1 atas Swedia pada Minggu (21/6/2026) dini hari membuat The Oranje mencetak re
Respon Keluhan Warga, Pemprov Riau Langsung Perbaiki Jalan Rusak Simpang Perak Pelalawan
PEKANBARU - Keluhan warga soal jalan rusak dan berlubang di Ruas Simpang Perak, Kabupaten Pelalawan, akhirnya mendapat respons nyata dari Pemerintah Provinsi Riau. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
200 Peserta Meriahkan Festival Gasing se Riau di Kabupaten Inhu
RENGAT - Gasing merupakan olahraga tradisional masyarakat Riau. Untuk melestarikan dan mengembangkan permainan gasing di tengah masyarakat, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menggelar festiva
Tabrakan Beruntun di Kuansing, Seorang Pelajar Tewas di Lokasi Kejadian
KUANSING â€" Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Kabupaten, Desa Seberang Cengar, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (20/
Bupati Suhardiman Gandeng Wabup Inhu Tinjau Arena MTQ Riau, Pastikan Kuansing Siap Ukir Sejarah
KUANSING â€" Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dalam menyukseskan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau terus ditunjukkan.Bupati Kuansing, Suhardiman Am