Alasan Ariel Tak Gandeng Sophia Latjuba untuk Video Klip
Kamis, 19 Nov 2015 16:30
Termasuk Sophia Latjuba yang kini menjadi tambatan hatinya, Ariel tak melibatkan wanita berdarah Jerman itu dalam video klip single terbarunya bersama Noah.
Namun, Ariel memiliki alasan mengapa ia tak menjadikan Sophia model video klipnya. Meski setiap personil band berhak untuk menentukan model, akan tetapi keputusan bulat berada di tangan sutradara dan pihak label.
"Pemilihan model video klip kita serahkan kepada sutradara, label dan band. Dari situ sutradara bilang karena ceritanya begini, kita saranin modelnya ini, kita juga bilang iya kalau ketemu yang pas," ceritanya saat ditemui di kawasan Cinere, Depok, Rabu (18/11/2015).
Diketahui, Noah malam tadi menggarap video klip single cover Rinto Harahap berjudul Cinta Bukan Dusta. Single ini juga tergabung dalam album kompilasi bertajuk Tribute to Rinto Harahap bersama musisi Tanah Air lainnya, seperti Iwan Fals, D' Massiv dan Nidji.
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie