Selasa, 30 Jun 2026
  • Home
  • Nasional
  • OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 30 Jun 2026 15:37
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market. Regulator memastikan berbagai perbaikan fundamental terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan investor global.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan seluruh catatan dari MSCI telah ditindaklanjuti melalui sejumlah langkah reformasi pasar modal, termasuk peningkatan transparansi, keterbukaan informasi, hingga penguatan regulasi.Dia menuturkan, OJK juga telah melakukan komunikasi langsung dengan MSCI untuk memastikan seluruh kekhawatiran investor global dapat dijawab secara konkret. Bahkan, pertemuan telah dilakukan di New York untuk membahas berbagai isu yang menjadi perhatian lembaga indeks tersebut.

"Semua konsen sudah kita penuhi. Dan dua bulan lalu saya juga ke New York untuk bertemu dengan MSCI langsung dan mendiskusikan konsen mereka terkait apa yang mereka suarakan terkait konsen dari global investors terhadap market Indonesia," kata Friderica usai menghadiri acara Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026, di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Perempuan yang akrab disapa Kiki ini menjelaskan, salah satu fokus utama perbaikan adalah peningkatan keterbukaan informasi emiten, termasuk penyempurnaan standar pelaporan yang sebelumnya terbatas kini diperluas agar lebih mudah diakses oleh investor global.

Selain itu, OJK juga memperkuat pengaturan terkait pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) serta penyesuaian aturan likuiditas pasar melalui peningkatan ketentuan free float secara bertahap.

Di sisi lain, OJK juga menegaskan penguatan aspek penegakan hukum (enforcement) sebagai bagian dari upaya menjaga integritas pasar. Regulasi yang ada akan ditegakkan secara konsisten terhadap seluruh pelaku pasar tanpa pengecualian.

Tak Segan Jatuhkan Sanksi ke Emiten NakalKiki menegaskan, OJK tidak akan ragu menjatuhkan sanksi kepada emiten yang tidak mematuhi ketentuan, termasuk kemungkinan tindakan tegas berupa delisting bagi perusahaan yang melanggar aturan.

"Kami ingin mengedepankan keterbukaan dan juga satu lagi enforcement kita akan menindak tegas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi dan kita akan meminta semua memenuhi ketentuan dan kita tidak segan untuk memberikan sanksi, punishment bahkan untuk delist kalau mereka tidak memenuhi ketentuan-ketentuan kita," ujarnya.

OJK juga meminta manajemen Bursa Efek Indonesia untuk terus melakukan komunikasi teknis secara rutin dengan MSCI guna memastikan seluruh masukan dapat direspons cepat dan tepat.

BEI Pastikan Reformasi Pasar Modal Indonesia Terus BerlanjutSebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan reformasi pasar modal Indonesia terus berlanjut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kredibilitas dan daya saing pasar di mata investor global usai review yang disampaikan MSCI terhadap pasar modal Indonesia.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia periode 2026â€"2030, Jeffrey Hendrik, mengatakan regulator bersama seluruh Self-Regulatory Organization (SRO) telah menyampaikan empat proposal reformasi kepada MSCI pada akhir Maret 2026. Usulan tersebut menjadi bagian dari respons atas evaluasi yang dilakukan penyedia indeks global tersebut.

"Terkait dengan bagian dari reformasi pasar modal Indonesia yaitu respons atas proposal-proposal yang telah kita sampaikan kepada MSCI, bahwa OJK bersama dengan seluruh SRO telah menyampaikan 4 proposal yang kita deliver pada akhir Maret 2026," kata Jeffrey dalam Konferensi Pers RUPST BEI, Senin (29/6/2026).

Empat usulan tersebut meliputi peningkatan transparansi atau disclosure kepemilikan saham di atas 1%, penyediaan data investor yang lebih granular, penyempurnaan peraturan pencatatan termasuk ketentuan free float minimum menjadi 15%, serta penerapan pengumuman terkait high shareholding concentration.

Menurut Jeffrey, berbagai usulan tersebut bertujuan memperkuat transparansi, tata kelola, dan kualitas pasar modal Indonesia sehingga semakin sejalan dengan standar yang diharapkan investor internasional.MSCI Nilai Reformasi Sudah di Jalur yang Tepat
Jeffrey mengungkapkan, MSCI telah memberikan tanggapan positif terhadap berbagai langkah reformasi yang dilakukan regulator dan SRO. Dalam pengumuman yang dirilis pekan lalu, MSCI disebut memberikan apresiasi karena berbagai kebijakan yang ditempuh dinilai bergerak ke arah yang tepat. 

Ia menilai apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melanjutkan agenda reformasi pasar modal secara konsisten. Meski demikian, BEI menegaskan proses pembenahan belum berhenti. Berbagai penyempurnaan akan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas pasar sekaligus memperkuat kepercayaan investor domestik maupun asing.

Ke depan, BEI akan terus menjalin komunikasi intensif dengan MSCI, FTSE, serta investor global untuk memahami berbagai kebutuhan dan ekspektasi pelaku pasar internasional.

"Kami tentu akan terus intens berkomunikasi dengan MSCI, FTSE dan juga investor global untuk memahami kebutuhan dari investor global untuk kemudian tentunya pada gilirannya dapat kita akomodasi untuk memastikan kredibilitas dan tata kelola yang baik di pasar modal Indonesia," pungkasnya.(liputan6)

Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8119799/ojk-serius-tanggapi-peringatan-msci-terkait-risiko-ke-frontier-market

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor