Paramitha Rusady Pilih Pria Bule Lagi
Selasa, 24 Nov 2015 11:53
Pemain film Catatan Si Boy ini rupanya sudah dua tahun mengenal pria bernama Hans itu. Meski begitu, Paramitha tak mau terburu-buru untuk kembali melangkah ke pelaminan
"To be continued (nikah). Perkenalannya dari sahabat berteman enggak terburu-buru," ungkapnya saat ditemui di ICE BSD Serpong, Tangerang Selatan, Senin (23/11/2015) malam.
Paramitha yang pernah menikah dengan pria berkebangsaan Kroasia, Nenad Bago pada 23 November 2013, mengaku bukan sengaja mencari pria bule. Ibu satu anak ini mengaku alasannya memilih Hans karena banyak chemistry antara dirinya dengan sang kekasih.
"Dalam banyak hal kita banyak kesamaan dari sisi religi, seni, dan lainnya. Enggak diskriminasi, tapi yang paling penting yang saya cari keberkahan karena banyak kriteria yang harus dipenuhi," pungkasnya.
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie