musik
Project Pop Berharap Hari Musik Nasional Jadi Momentum Perbaikan Royalti dan Perlindungan Hak Cipta
Jumat, 09 Mar 2018 10:22
JAKARTA - Hari Musik Nasional yang jatuh pada Jumat (9/3/2018) menjadi salah satu momen istimewa para pecinta musik Tanah Air. Sederet musisi pun mengungkapkan kekurangan dan kelebihan yang ada di industri musik Indonesia, salah satunya terkait royalti.
Personel Project Pop, Tika dan Udjo mengungkapkan hal tersebut saat dijumpai di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan. Udjo menyebutkan bahwa banyaknya cover lagu sering membuat pencipta atau penyanyi aslinya tak mendapatkan royalti yang semestinya.
Udjo berharap hal tersebut bisa semakin diperbaiki dengan penguatan aturan secara tertulis.
"Ini (cover lagu) PR dari dulu sebenernya, kan ada konferensi musik nasional. Salah satu penggagasnya musisi muda yang juga melihat akan hal itu. Saya sih berharap para musisi muda ini bisa mendorong pemerintah yang membentuk undang undang ya," kata Udjo pada Kamis 8 Maret 2018.
"Sedikit banyak bagaimana royalti itu bisa berjalan. Bagaimana sistematikanya yang efektif sehingga bagian royalti itu bisa cukup sampai dan cukup untuk para pembuat lagu itu," tambahnya.
Belakangan ini pihak-pihak yang melakukan cover lagu memang semakin menjamur. Kecanggihan teknologi menjadi salah satu faktor banyaknya keuntungan yang diperoleh orang-orang kreatif dari cover berupa video maupun suara yang diunggah di sosial media.
Lebih lanjut Tika Project Pop berharap agar pihak-pihak tersebut mendapatkan efek jera. Tak hanya faktor royalti, hak cipta dari masing-masing musisi dan penyanyi juga dianggap menjadi bagian penting yang dipikirkan olehnya.
"Tapi yang saya pikir yang perlu diperhatikan ya tidak hanya acara rewarding tapi juga efek jera dan punishmen ke orang-orang yang justru melanggar hal ini. Hukum juga harus bertindak tegas akan hal ini," papar Tika Panggabean ini.
"Kadang-kadang kan gini, ada orang-orang yang aware kita pakai lagu si A ini kadang kita suka reflek nanya Lo ijin enggak sama orangnya. Terus lo perkuat belikan terus kita tanya lo kasih royalti enggak gitu. Nah kalau kita tau dia enggak terus ada lembaga yang bisa menuntut dia untuk mempertanggung jawabkan supaya gini lho. Orang yang berhak mendapat reward yang kemudian dia melanggar dia harus ada efek jera bahwa itu enggak boleh gitu. Itu yang membuat kita harus berfikir berkali-kali untuk membajak karya orang lain tanpa memberikan haknya kepada dia," tutupnya.
(okezone.com)
Celebrity
Jadwal Bola Malam Ini 22-23 Juni 2026: Argentina, Prancis, dan Senegal
Jadwal bola malam ini, Senin (22/6/2026) hingga Selasa (23/6/2026) pagi WIB, menyajikan sejumlah pertandingan menarik pada lanjutan fase grup Piala Dunia 2026. Sejumlah tim unggulan dunia akan kembali
Dahlan Iskan Tantang Bahlil Cabut Izin Tambang Batu Bara Pelanggar DMO
JAKARTA - Ancaman pemadaman bergilir di Indonesia akibat menipisnya stok batu bara untuk pembangkit listrik mendapat sorotan tajam. Mantan Direktur Utama (Dirut) PLN sekaligus Menteri BUMN era SBY Dah
Dedi Mulyadi Angkat Suara soal Pemadaman Listrik di Jabar: Bisa Menganggu Industri dan Produknya Gagal
Sejumlah wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung Raya mengalami pemadaman listrik PLN. Banyak warga yang mengeluh akibat pemadaman tersebut, karena telah menganggu aktivitas.Gubernur Jabar, Dedi Mulyad
Aliansi Masyarakat Jakarta Gelar Aksi di Patung Kuda, Dukung MBG Dilanjutkan
Jakarta-Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Jakarta menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap keb
Terpilih ke Istana Negara, Rizqy dan Arifa Jadi Wakil Riau di Paskibraka Nasional 2026
PEKANBARU â€" Kabar membanggakan datang dari Provinsi Riau.Setelah melalui rangkaian seleksi dan verifikasi tingkat pusat yang berlangsung di Jakarta, dua pelajar terbaik Riau resmi terpilih sebagai C