Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Celebrity
  • Selain Dikubur dalam Es Seperti Limbad, 7 Hal Ini Perbesar Risiko Hipotermia

Celebrity

Selain Dikubur dalam Es Seperti Limbad, 7 Hal Ini Perbesar Risiko Hipotermia

Senin, 26 Mar 2018 13:01
Liputan6.com
kondisi Limbad Saat Ditangani Seorang Perawat Saat Terserang Hipotermia (Instagram/ @cecillimbad)

 Jakarta Setelah melewati masa-masa kritis akibat hipotermia, kondisi pesulap Limbad dikabarkan membaik. Kondisi ini dia alami usai melakukan aksinya mengubur diri di tengah es untuk acara di sebuah stasiun televisi.

Hipotermia sendiri merupakan keadaan darurat saat tubuh kehilangan panasnya, dan membuat suhu menjadi turun. Normalnya, tubuh memiliki suhu sekitar 98,6 Fahrenheit atau sekitar 37 derajat Celcius. Ketika mengalami hipotermia, tubuh bisa turun di bawah 35 derajat Celcius.

Ketika suhu tubuh menurun, jantung dan organ lain tidak bisa bekerja dengan normal. Bahkan, jika terlambat bisa menyebabkan kematian.

Namun, dikutip dari Mayo Clinic pada Senin (26/3/2018), faktor risiko hipotermia menjadi lebih tinggi bila disebabkan oleh beberapa hal berikut:

1. Kelelahan

Tingkat toleransi tubuh akan dingin berkurang ketika Anda merasa lelah.

2. Usia Tua

Kemampuan tubuh untuk mengelola suhu dan rasa dingin, bisa berkurang seiring bertambahnya usia. Beberapa orang tua akan sulit berkomunikasi ketika kedinginan, atau ketika pindah ke lokasi yang hangat dari tempat yang dingin.

3. Usia Muda

Anak-anak akan kehilangan panas lebih cepat daripada orang dewasa. Mereka juga terkadang abai pada rasa dingin karena terlalu bersenang-senang. Selain itu, mereka tidak memikirkan bagaimana pakaian yang tepat dikenakan dalam suhu dingin.

4. Orang dengan Masalah Mental

Orang yang menderita penyakit mental, demensia, atau hal lain, mungkin tidak terpikir untuk memakai pakaian untuk suhu dingin. Orang dengan demensia mungkin akan berkeliaran di sekitar rumah dan muda tersesat. Mereka bisa saja terkena hipotermia ketika berada di suhu dingin tanpa tahu jalan kembali.

5. Alkohol dan Pemakaian Narkoba

Alkohol memang dapat membuat tubuh merasa hangat. Namun, itu menyebabkan pembuluh darah mengembang. Proses ini menyebabkan tubuh akan lebih cepat kehilangan panas.

Selain itu, penggunaan alkohol dan narkoba juga membuat Anda tidak akan berpikir tentang pakaian di suhu dingin. Jika orang mabuk atau pingsan saat cuaca dingin, ada kemungkinan dia mengalami hipotermia.

6. Kondisi Medis

Beberapa gangguan medis mempengaruhi kemampuan tubuh untuk mengatur suhu. Contohnya seperti tiroid yang tidak aktif atau hipotiroidisme, nutrisi yang buruk atau anorexia nervosa, diabetes, stroke, cedera artritis yang parah, Parkinson, trauma, dan cedera tulang belakang.

7. Obat-obatan

Beberapa obat seperti antipsikotik obat nyeri, dan obat penenang, dapat mengubah kemampuan tubuh dalam mengatur suhu.


(Liputan6.com)

Celebrity
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.