3 Bulan Gaji Tak Dibayar, Sekuriti di RSUD Selasih Pelalawan Dikabarkan Mogok, Dirut Bilang Begini
Admin
Rabu, 03 Agu 2022 11:57
PELALAWAN - Kabar tidak sedap berhembus dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Dikabarkan para sekuriti sempat mogok kerja lantaran gajinya belum dibayar pada Selasa (2/8/2022) lalu.
Informasi yang diperoleh, ada belasan petugas keamanan yang bekerja di RSUD Selasih selama ini untuk tugas penjagaan di beberapa titik.
Sekuriti ini sempat tidak mau menjalankan tugasnya karena gajinya tidak dibayarkan.
Bahkan kabarnya sudah tiga bulan hak mereka tidak ditunaikan oleh perusahaan yang merekrutnya.
"Sudah tiga bulan belum dibayar, saya dapat informasi dari saudara saya yang bekerja di situ. Memang mereka tenaga kontrak perusahaan, bukan pegawai RSUD," ungkap seorang sumber tribunpekanbaru.com yang meminta namanya tak ditulis pada, Rabu (3/8/2022).
Dijelaskannya, tenaga keamanan itu bernaung di bawah perusahaan setingkat CV yang memenangkan kontrak sekuriti di rumah sakit plat merah itu.
Setelah berjalan beberapa bulan, ternyata gaji para sekuriti tidak dibayarkan hingga mereka memilih tak bekerja.
Saat dikonfirmasi, Direktur Utama (Dirut) RSUD Selasih Pangkalan Kerinci dr Irna membenarkan ada aksi dari para sekuriti yang selama ini bertugas di rumah sakit milik Pemda Pelalawan ini.
Saat ditelusuri ternyata para sekuriti belum diberikan gajinya oleh perusahaan yang merekrut mereka.
"Kalau dibilang mogok kerja, saya rasa tidak. Hanya saja aksi mereka untuk meminta kejelasan saja kapan gajinya dibayar perusahaan," beber dr Irna.
Pihaknya langsung memanggil pihak perusahaan dari CV Keranji sebagai pemegang kontrak tenaga keamanan di RSUD Selasih.
Setelah berunding akhirnya perusahaan tersebut bersedia membayar gaji sekuriti dan mereka kembali bekerja melaksanakan tugasnya.
"Informasi kemarin sore sudah dibayarkan. Ada 14 orang tenaga keamanan yang dipekerjakan di rumah sakit ini," papar Irna.
Ia menegaskan, jika tenaga keamanan itu merupakan karyawan perusahaan vendor dan bukanlah pegawai RSUD sesuai kontrak kerja yang disetujui bersama.
Sebenarnya pihaknya tidak terangkut secara langsung, namun lantaran jasa pengamanan dipakai oleh rumah sakit yang berada di SP 6 Desa Makmur itu alhasil ada pengaruhnya.
"Berapa bulan yang belum dibayar, saya kurang tahu juga. Tapi informasi terakhir telah dibayar," pungkasnya.