ekonomi
Ada 2 Wakil Menteri BUMN, Kebutuhan atau Politis?
Senin, 28 Okt 2019 11:56
Jakarta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menunjuk 2 Wakil MenteriBadan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu Kartika Wirjoatmajo (Tiko) dan Budi Gunadi Sadikin (BGS). Keduanya akan membantu Menteri BUMN Erick Thohir.
Kepala Riset Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menilai, selama ini memang belum ada pemerintahan yang memiliki 2 wakil menteri.
Tetapi, jika ditelisik dari kinerja BUMN yang cenderung under-perform, penunjukan BGS dan Tiko diharapkan dapat mengkerek perbaikan signifikan pada kinerja BUMN.
"Emiten BUMN 5 tahun terakhir under-perform dari sisi sahamnya, nilai kapitalisasinya jauh di bawah pasar utk pertumbuhanya. Jadi saya masih belum tahu apakah penunjukan 2 wakil menteri memang kebutuhan Pak Erick Thohir atau kebutuhan politis," ungkapnya kepada Liputan6.com, Minggu (27/10/2019).
Alfred bilang, secara fundamental kinerja keuangan BUMN memang tumbuh. Tetapi harga sahamnya malah turun.
"Nah kenapa harga sahamnya melambat? Dari 20 emiten itu hanya 4,7 persen sementara non bumn 7,6 persen per tahun. Lebih cepat non bumn ini kan tanda tanya besar?" kata dia.
Dia pun berharap, ada kebijakan lebih yang dapat menaikkan BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir dan kedua wakil menteri, baik itu Kartika maupun BGS.
"Kita sebagai orang pasar tinggal melihat bagaimana hasilnya. Kalau lihat Pak Tiko dan BGS seharusnya hasilnya 'wah' dong," pungkasnya.
Profil Budi Gunadi dan Kartika Wirjoatmodjo, Dua Dirut di Posisi Wakil Menteri BUMN
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik wakil menteri pada Jumat (25/10/2019). Dari sejumlah tokoh yang berdatangan, hadir Direktur Utama PT Inalum dan PT Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin dan Kartiko Wirjoatmodjo.
Bos-bos perusahaan besar ini menerima perintah Jokowi untuk membantu Menteri BUMN, yang sekarang diduduki oleh Erick Thohir. Di kalangan pengusaha, nama mereka sudah sangat familiar, demikian pula dengan perjalanan kariernya.
Bos Inalum, Budi Gunadi Sadikin, merupakan lulusan teknik sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1980. Dia kemudian belajar ekonomi di Washington University, Amerika Serikat.
Sebelum jadi bos tambang, Budi pernah menjabat sebagai Direktur Bank Mandiri selama 2 periode dan staf khusus Menteri BUMN.
Wakil menteri Jokowi ini memulai kariernya di sektor perbankan ketika bergabung dengan PT Bank Bali sebagai GM Electronic Banking.
Selanjutnya karier Budi terus menanjak dengan menjadi Chief GM Jakarta Region dan Chief GM Human Resources hingga akhir 1999.
Pria kelahiran 1964 ini melanjutkan karier baru di perbankan asing dengan bergabung di ABN Amro Bank Indonesia hingga akhir 2004.
Selesai itu, Budi melanjutkan kariernya di PT Bank Danamon Indonesia Tbk sebagai EVP Head of Consumer Banking dan Director Adira Quantum Multi Finance.
Kartiko Wirjoatmodjo, Bos Mandiri Pendamping Budi
Sementara Kartika Wirjoatmodjo sebagai Direktur Utama Bank Mandiri pengganti Budi juga memiliki pengalaman di bidang perbankan yang tak kalah mentereng. Pria yang lahir di Surabaya, 18 Juli 1973 ini mengenyam S1 di Universitas Indonesia jurusan ekonomi dan S2 di Rotterdam School of Management.
Karier Tiko, panggilan akrab Kartika, dimulai dengan menjadi Konsultan Pajak dan Akuntansi di RSM AAJ tahun 1995 hingga 1996. Kemudian, dia bekerja sebagai Analis Kredit di Industrial Bank of Japan tahun 1996 hingga 1998, Senior Consultant di PwC Financial Advisory Services tahun 1998 hingga 1999) dan Boston Consulting Group tahun 2000 hingga 2003.
Di 2003, Tiko menjadi Group Head di Department Head Strategy & Financial Analysis di Strategy and Performance Group Bank Mandiri.
Tiko juga pernah menjabat sebagai Managing Director Mandiri Sekuritas pada 2011, dilanjutkan dengan menjadi CEO Indonesia Infrastructur Finance (anak usaha BUMN PT Sarana Multi Infrastruktur).
Dirinya kemudian ditunjuk sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2014. Pada 2015, Tiko ditunjuk sebagai CFO Bank Mandiri dan menjadi Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas).
sumber : liputan6.com
Inisiasi Bapanas RI, Gerakan Pangan Murah Hadir di Jalan Durian Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pangan Tanaman Pangan Hortikultura (PTPH) akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) , Rabu (11/3/2026). Gerakan ini diinisiasi oleh Badan P
Wawako Pekanbaru Tinjau Pasar, Pastikan Harga Pangan Masih Terkendali
PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru memastikan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional masih dalam kondisi terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Selain harga yang relati
SF Hariyanto: Stok BBM di Riau Cukup Sampai Idulfitri
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau meminta masyarakat tidak terpancing isu terkait dampak konflik internasional terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di daerah. Pemprov memastikan pasokan B
Jelang Idul Fitri Kebutuhan Meningkat, DPRD Minta Pemprov Riau Segera Cairkan Dana Transfer ke Daerah
PEKANBARU - DPRD Riau menyoroti pentingnya percepatan pencairan dana transfer dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kepada pemerintah kabupaten/kota menjelang Hari Raya Idul Fitri.Anggota Fraksi PKB
1 Dolar Sudah Tembus 17 Ribu Rupiah, Ekonom Ungkap Potensi Kenaikan Harga
JAKARTA - 1 Dolar (USD) sudah tembus Rp17 ribu yang menjadikan penurunan tertinggi mata uang rupiah. Diketahui, Pada awal perdagangan pekan ini, nilai tukar (kurs) rupiah kembali menunjukkan pelemahan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2949657/original/004631500_1571991971-20191025-Jokowi-Perkenalkan-12-Wakil-Menteri-Kabinet-Indonesia-Maju-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2391665/original/097650400_1540379772-Dirut_Bank_Mandiri.jpg)