Selasa, 21 Jul 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Bahlil Lapor Prabowo: Ekspor Batu Bara Sumbang Devisa Rp268 Triliun

Ekbis

Bahlil Lapor Prabowo: Ekspor Batu Bara Sumbang Devisa Rp268 Triliun

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 21 Jul 2026 13:11
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia melaporkan kinerja ekspor mineral batu bara (minerba) ke Presiden Prabowo Subianto. Devisa hasil ekspor (DHE) batu bara disebut tembus mencapai USD 14-USD 15 miliar atau setara Rp 250 triliun - 268 triliun (asumsi kurs Rp 17.930).

Hal tersebut diungkap Bahlil usai menghadap Presiden Prabowo selepas Sidang Kabinet Paripurna. Bahlil mengatakan, angka tersebut bisa dicapai di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian."Kemudian juga devisa kita ekspor batu bara yang sudah mencapai kurang lebih sekitar US$ 14-15 miliar," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Selasa (21/7).

Bahlil menjelaskan, pemerintah berhasil menjaga pasokan dan permintaan (supply and demand) sehingga harga batu bara tetap terjaga. Meskipun, dalam kondisi global yang tidak pasti.

Bahlil juga menyampaikan kalau pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor hilirisasi minerba mencapai 60 persen dari target. Sumbangan devisa hingga capaian PNBP tadi diklaim sebagai keberhasilan strategi yang diterapkan.

"Itu sudah mulai ada tanda-tanda yang membaik dengan melihat PNBP kita naik dan devisa kita dari hasil penjualan dengan hampir kurang lebih sekitar USD 14 miliar pun semakin membaik," jelas dia.

Cadangan Devisa RI
Sebelumnya, Bank Indonesia melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia mencapai USD 145,6 miliar atau Rp2.618 triliun (kurs Rp 17.98) pada akhir Juni 2026. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan dengan posisi akhir Mei 2026 sebesar USD 144,9 miliar (Rp2.606 triliun). 

"Perkembangan posisi cadangan devisa Juni 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Selasa (7/7).

Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," jelas dia.Jaga Stabilitas Ekonomi
Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," (merdeka.com)
Sumber: https://www.merdeka.com/uang/read/8250928/bahlil-lapor-prabowo-ekspor-batu-bara-sumbang-devisa-rp268-triliun

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki