Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Begini Cara Pilih Hewan Kurban yang Tepat Menurut Dosen UMM, Jangan Tertipu hanya Melihat Badan Besar Saja

Begini Cara Pilih Hewan Kurban yang Tepat Menurut Dosen UMM, Jangan Tertipu hanya Melihat Badan Besar Saja

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Mei 2026 16:32
JAKARTA-Tak lama lagi Hari Raya Iduladha tiba. Aktivitas jual beli hewan kurban pun mulai ramai di berbagai daerah. Namun jangan sampai terkecoh saat membeli.


Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian-Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, Lili Zalizar mengingatkan, hewan berbadan besar atau berharga mahal bukan yang terbaik.


"Ingat, ukuran tubuh bukan satu-satunya penentu. Kondisi kesehatan hewan justru menjadi faktor paling penting agar ibadah kurban sah secara syariat dan dagingnya aman dikonsumsi," ucapnya.Perlu ketelitian saat memilih hewan kurban. Lili pun membagikan sejumlah panduan sederhana untuk mendeteksi kondisi kesehatan hewan kurban melalui pengamatan fisik, mengutip laman resmi UMM.


Menurut Lili, langkah pertama yang bisa dilakukan calon pembeli adalah mengamati postur tubuh dan cara berdiri hewan secara menyeluruh. Pastikan hewan dapat berdiri tegak dan tidak mengalami pincang.


Ia menegaskan bahwa hewan dengan cacat fisik, termasuk pincang, tidak diperbolehkan menjadi hewan kurban menurut syariat Islam. Selain postur tubuh, kondisi mata juga perlu diperhatikan. Hewan kurban tidak boleh mengalami gangguan penglihatan atau kebutaan."Hewan kurban tidak boleh buta atau mengalami gangguan penglihatan yang sering kali ditandai dengan selaput putih atau mata yang keruh," jelasnya.


Lili menyarankan masyarakat melihat perilaku sehari-hari hewan kurban. Hewan yang sehat biasanya aktif makan, terlihat bugar, dan tidak lemas. Agar hasil daging lebih maksimal, Lili menyarankan masyarakat memilih hewan yang berbadan gemuk namun tetap sehat.


Tak lupa Lili meminta masyarakat memperhatikan kebersihan kulit hewan. Kulit yang sehat umumnya bersih dan tidak mengalami penyakit seperti kudis atau skabies. Tak kalah penting, masyarakat diminta mewaspadai tanda-tanda penyakit menular berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku dan AntraksHewan yang terindikasi PMK biasanya menunjukkan gejala berupa:
Lendir berlebihan dari mulut
Luka pada gusi dan lidah
Radang kemerahan di sela kuku kaki


Sementara itu, hewan yang terkena Antraks umumnya mengalami kejang-kejang dan pendarahan dari hidung atau anus. "Kalau ada tanda-tanda seperti itu, sebaiknya jangan dipilih untuk kurban," katanya.


Selain kondisi fisik, usia hewan juga wajib memenuhi syariat, yakni sapi minimal berusia 2 tahun. Kambing atau domba minimal 1 tahunDi akhir penjelasannya, Lili menyoroti hal yang sering diabaikan masyarakat, yakni masa istirahat hewan sebelum penyembelihan. Hewan yang baru menempuh perjalanan jauh sebaiknya diistirahatkan terlebih dahulu agar tidak mengalami stres berlebihan.(riauposjawapos).
Sumber: https://riaupos.jawapos.com/nasional/2605130050/begini-cara-pilih-hewan-kurban-yang-tepat-menurut-dosen-umm-jangan-tertipu-hanya-m

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.