Rabu, 10 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Bos BEI Mundur Usai Badai MSCI, Menkeu: Itu Kesalahan Fatal, Sekarang Waktunya "Buy"

Berita

Bos BEI Mundur Usai Badai MSCI, Menkeu: Itu Kesalahan Fatal, Sekarang Waktunya "Buy"

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 31 Jan 2026 09:14
JAKARTA â€" Di tengah kepanikan pasar akibat rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menebar optimisme yang mengejutkan. Menkeu menyebut mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, sebagai momentum emas bagi investor untuk kembali masuk ke pasar modal.

"Jadi yang tadinya ragu-ragu mestinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik. Ini positif kalau orang yang ngerti. Buy, serok-serok!" seru Purbaya dengan nada optimistis saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Purbaya tidak menahan diri dalam mengkritik kepemimpinan bursa yang lama. Ia melabeli kegagalan BEI dalam merespons masukan Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebagai "kesalahan fatal" yang memicu sentimen negatif dari raksasa global seperti Goldman Sachs dan UBS.

Menurut sang Bendahara Negara, pengunduran diri tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan "obat" yang diperlukan untuk mencegah persepsi buruk mengenai stabilitas ekonomi nasional. "Itu kesalahan dia yang fatal di situ, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin. Kalau tidak cepat dibetulkan, bisa mengganggu yang lain," tegasnya.

Di sisi lain, Iman Rachman meletakkan jabatannya dengan kepala tegak sebagai bentuk pertanggungjawaban moral. Pengunduran dirinya terjadi setelah pasar mengalami trading halt (pembekuan perdagangan) dua hari berturut-turut pada 28â€"29 Januari 2026, sebuah peristiwa langka yang sempat melumpuhkan kepercayaan publik.

"Saya sebagai Direktur Utama BEI menyatakan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin," ujar Iman di Gedung BEI. Ia berharap langkah drastisnya ini menjadi titik balik bagi kesehatan pasar modal Indonesia.

Meski pasar sempat berdarah-darah, pernyataan "serok-serok" dari Menkeu Purbaya seolah menjadi sinyal bahwa pemerintah meyakini fundamental ekonomi tetap kokoh di bawah manajemen baru bursa yang lebih responsif nantinya.(grc)
Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.