Minggu, 19 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Daya Beli Buruh Tani Tergerus Inflasi

ekbis

Daya Beli Buruh Tani Tergerus Inflasi

Sumber: Okezone.com
Rabu, 18 Jan 2017 10:15
Okezone.com
ilustrasi
JAKARTA-Tingkat kesejahteraan buruh tani sepanjang tahun 2016 mengalami stagnasi, bahkan turun. Pasalnya, tingkat kenaikan nominal upah yang relatif kecil tergerus inflasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), upah nominal buruh tani pada Desember 2016 sebesar Rp46.995 per hari atau hanya naik 1,27% dibanding upah pada Desember 2015 sebesar Rp48.267 per hari. Kenaikan tersebut tidak sebanding dengan inflasi pada 2016 sebesar 3,02%.

"Upah buruh tani ini kasihan karena bisa dibilang flat . Hanya Rp48.000 per hari," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di Jakarta.

Akibat rendahnya upah tersebut, ujar Kecuk, kenaikan nominal upah tidak mampu mengompensasi kenaikan harga- harga barang dan jasa yang dikonsumsi.

Hal ini terlihat dari upah riil buruh tani yang turun dari Rp37.486 per hari pada Desember 2015 menjadi Rp37.072 per hari pada Desember 2016. Data ini juga terkonfirmasi dari indeks nilai tukar petani (NTP) yang dirilis dua minggu sebelumnya. Indeks NTP pada Desember 2016 hanya 101,49 atau turun 1,34% dibandingkan Desember 2015 yang mencapai 102,83.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan. NTP menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang diproduksi dengan barang dan jasa yang dikonsumsi. Makin tinggi NTP, maka makin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani secara nisbi.

Tidak hanya buruh tani, Kecuk menyebutkan, daya beli buruh bangunan juga mengalami hal serupa. Upah riil buruh bangunan pada Desember 2015 tercatat Rp65.851 per hari. Namun, pada Desember 2016 tercatat turun menjadi Rp65.654 per hari.

Secara nominal, upah buruh bangunan pada Desember 2015 sebesar Rp81.002 per hari atau naik 0,03% Rp83.190 per hari. Tapi, sama seperti buruh tani, kenaikan upah secara nominal yang kecil ini tergerus nilainya oleh inflasi. "Jadi, kita perlu meningkatkan kesejahteraan buruh tani dan bangunan," kata Kecuk. (okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:47

    Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

    Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:01

    Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:59

    Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik

    Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:43

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:04

    SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

    RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.