Selasa, 21 Jul 2026
Ekbis
ESDM Targetkan B50 Tersedia di Seluruh SPBU Mulai 1 Oktober 2026
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 20 Jul 2026 15:17
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan bahan bakar minyak biodiesel 50 persen (B50) tersedia di semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mulai 1 Oktober 2026.
“Target saya adalah 1 Oktober sudah full (tersalurkan) B50 di semua titik (SPBU),” kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi melansir Antara di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Eniya mengatakan implementasi dari program mandatori B50 yang sudah dimulai sejak 1 Juli ini pun akan dilakukan secara bertahap dengan masa transisi tiga bulan, sebelum akhirnya dilakukan evaluasi menyeluruh pada Desember.
Adapun masa transisi tiga bulan tersebut diperlukan agar perusahaan memiliki waktu untuk menghabiskan stok B40, sekaligus menyesuaikan proses pencampuran (blending) ke B50.
“Nanti di Desember yang selama empat bulan ini, pertama kita lihat transisi, apakah bisa berjalan dengan baik atau tidak. Apakah semua bisa dalam waktu tiga bulan itu menyelesaikan semua full B50,” ujar dia.
Kementerian ESDM sendiri mencatat bahwa setidaknya terdapat 57 persen SPBU yang sudah tersalurkan B50. Ia berharap, angka ini bisa terus meningkat dalam waktu dekat.
MandatoriSebelumnya, Indonesia resmi menerapkan mandatori biodiesel B50 per Juli 2026 sebagai upaya penurunan emisi karbon dan mewujudkan ketahanan energi nasional.
Berdasarkan informasi dari Kementerian ESDM, implementasi B50 pada 2026 diperkirakan menurunkan emisi gas rumah kaca hingga sekitar 44,46 juta ton CO2 ekuivalen. Jumlah itu meningkat dari capaian penghematan devisa dan penurunan emisi program B40 pada 2025.
Dengan peluncuran mandatori B50, Indonesia tercatat sebagai negara pertama di dunia yang menerapkan kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam bahan bakar solar, melanjutkan rangkaian program biodiesel B30, B35, dan B40 yang telah berjalan sejak lebih dari satu dekade terakhir.
Selain menurunkan emisi karbon, mandatori B50 juga diproyeksikan menghemat devisa negara hingga sekitar Rp170 triliun pada 2026, meningkatkan nilai tambah CPO serta menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja.
Nilai TambahKepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan, program Biodiesel B50 diimplementasikan secara bertahap dengan masa transisi selama tiga bulan. Pemerintah, kata dia, menargetkan B50 dijual di semua SPBU mulai 1 Oktober 2026.
"Ditargetkan pada 1 Oktober 2026, seluruh SPBU sudah menjual B50," kata Qodari dikutip dari keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Dia menuturkan, program B50 merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah untuk menjaga ketahanan ekonomi dan energi Indonesia. Kebijakan ini juga diimplementasikan guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
"Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan biodiesel B50 secara nasional. Kebijakan ini menjadi bagian dari agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, serta menjaga ketahanan ekonomi dan energi Indonesia," jelasnya.
Qodari menjelaskan, program mandatori B50 mewajibkan pencampuran bahan bakar yang terdiri atas 50 persen solar dan 50 persen bahan bakar berbasis minyak nabati.
Ia menyebut program mandatori biodiesel ini telah dimulai sejak 2008. Pada awalnya, program tersebut dimulai dengan B2,5 sebelum berkembang secara bertahap hingga menjadi B50. Qodari mengatakan program B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun pada tahun ini.
"Program ini diarahkan untuk menghentikan impor solar sepenuhnya. B50 diproyeksikan dapat menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun pada 2026," tutur Qodari.(liputan6)
Sumber: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8250247/esdm-targetkan-b50-tersedia-di-seluruh-spbu-mulai-1-oktober-2026
komentar Pembaca