Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Giliran Pertamina yang Kena Semprot Rizal Ramli

Giliran Pertamina yang Kena Semprot Rizal Ramli

Rabu, 09 Sep 2015 16:13
Okezone
Ilustrasi

JAKARTA – Setelah sektor kelistrikan dipantau keras oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli, saat ini sektor minyak dan gas (migas) bumi juga kena. Salah satunya benahi rencana PT Pertamina (persero) dalam pembangunan infrastruktur penyimpanan (storage) Bahan Bakar Minyak (BBM).

Menurutnya, ini dalam rangka meningkatkan cadangan BBM dari 18 hari menjadi 30 hari. Apalagi, lanjutnya, dengan menggunakan anggaran sekira USD2,4 miliar.

"Kami laporkan rapat bersama Presiden, kami ingin membenahi inefisiensi di sektor energi Pertamina. Ada keinginan Pertamina membangun storage naik dari 18 hari menjadi satu bulan dengan USD2,4 miliar," ungkapnya ketika paparan kepada anggota Badan Anggaran di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

Menurutnya, pembangunan tempat penyimpanan (storage) tersebut bukan lah harus menjadi prioritas saat ini. Sebab, produksi minyak Indonesia yang sebagian besarnya impor. Sehingga, dia menyarankan, agar pembangunan penyimpanan (storage) tersebut dilakukan oleh yang memasok BBM.

"Karena kita beli 0,5 juta crude (minyak mentah) dan 0,5 juta finish (BBM), ngapain kita bikin storage. Mereka saja yang bikin," cetus dia.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur lainnya yang ditentang adalah pipa penyaluran BBM. Dia menilai, pembangunan fasilitas tersebut dinilai tidak efisien sebab sudah ada kendaraan yang bisa mengangkut BBM. "Kedua, ada rencana Pertamina bangun pipa BBM seluruh Indonesia. Pertanyaan kami, apakah ini betul-betul urgent? Tidak ada urgensinya bangun jaringan pipa untuk BBM," tuturnya.

Rizal menambahkan, yang sebaiknya harus dilakukan adalah pembangunan pipa gas, karena kandungan gas yang ada di Indoenesia masih cukup hingga 70 tahun kedepan.

selain itu dengan adanya ruas pipa gas dapat memasok kebutuhan energi rumah tangga dan industri.

"Yang lebih urgent adalah pipa untuk gas, karena potensinya masih 60-70 tahun lagi. City gas, dari Papua. Gas ini sangat ramah lingkungan. Pembangunannya USD7,4 miliar. Langkah-langkah ini perlu dilakukan di segala sektor," pungkasnya.

(okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 16:47

    Harga Cabai Naik di Pasar Bengkalis, Ayam Potong dan Kampung Malah Turun

    BENGKALIS - Harga cabai merah di pasar Terubuk Bengkalis kembali mengalami kenaikan.Sejak tiga hari terakhir cabai merah di jual pedagang Pasar Terubuk kisaran Rp 40 ribu perkilogramnya.Bahkan kenaika

  • Senin, 04 Mei 2026 15:13

    Benarkah Makan Buah Apel Bisa Bikin Kurus?

    JAKARTA - Benarkah makan buah apel bisa bikin kurus? Yuk simak jawabannya. Di balik tampilan buah apel yang biasa, terdapat manfaat besar yang bisa didapat oleh tubuh, salah satunya dalam penurunan be

  • Senin, 04 Mei 2026 15:08

    Dokter Internship Meninggal, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia Desak Bentuk Tim Audit

    JAKARTA - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mendesak adanya audit dan pembentukan tim audit terkait kasus meninggalnya dokter internship.Salah satu kasus terbarunya adalah kepergian dr.

  • Senin, 04 Mei 2026 14:29

    Waspada Heatstroke Saat Haji, Dokter Ingatkan Bahaya Suhu 40 Derajat Celsius

    Madinah - Cuaca panas ekstrem mulai menjadi perhatian serius bagi jemaah haji Indonesia. Suhu siang hingga sore hari mendekati musim haji diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius. Suhu ekstrem ini men

  • Senin, 04 Mei 2026 14:16

    Kronologi dan Modus Pengasuh Pondok Pesantren di Pati Cabuli Puluhan Santriwati

    Kasus asusila ini terungkap saat Ali Yusron sebagai pengacara salah satu korban, membongkar modus terduga pelaku yang tega mencabuli puluhan santriwati. Ali menyebut bahwa terduga kiai cabul awalnya m

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.