Gubri Sebut Harga Sawit Riau Saat ini Belum Mencapai Angka yang Maksimal
Admin
Senin, 29 Agu 2022 09:43
PASIRPANGARAIAN - Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap harga sawit di Riau yang sangat murah.
Gubernur Riau Samsuar membuka acara sosialisasi sinergi dan kolaborasi pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi di Indonesia.
Acara Sosialisasi Sinergi dan Kolaborasi Pemberdayaan UMKM Kemenkeu Satu Sektor Kelapa Sawit Provinsi Riau ini diselenggarakan oleh Kementrian Keuangan Indonesia pada Selasa (23/08/2022) di Stage Area Halaman Kanwil Ditjen Provinsi Riau.
Acara ini merupakan upaya untuk mendukung program atau komitmen pemerintah dalam pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan koperasi di Indonesia.
Dalam sosialisasi pemberdayaan UMKM ini Gubernur Riau (Gubri) Drs.H.Syamsuar,M.Si mengungkapkan kekhawatirannya terhadap hambatan pemulihan ekonomi daerah dan nasional.
Hambatan tersebut termasuk menurunnya harga sawit di Riau khususnya.
Drs H Syamsuar MSi mengatakan hingga saat ini harga sawit di Indonesia belum mencapai angka yang maksimal.
Selain harga sawit yang turun, pajak juga tergolong tingi.
Hal ini berbeda dengan negara tetangga yang menetapkan pajak yang jauh lebih rendah.
Problem ini yang membuat investor di Indonesia memutar haluan ke negara tetangga.
Beberapa kali Gubernur Riau mengusulkan agar pemerintah dapat menyesuaikan pajak sawit sehingga bisa membantu pemulihan ekonomi masyarakat.
Bukan hanya level daerah tetapi juga nasional supaya dapat menarik kembali para investor ke indonesia.
Sementara itu, Ismed Saputra S.E,M.A mengatakan dalam agenda ini UMKM di jadikan sebagai pokok pembahasan utama dalam sosialisasi.
Sehingga dapat meningkatkan literasi para pelaku UMKM dalam membantu peningkatan ekonomi daerah dan negara.
Dan berharap Kemenkeu mendukung pelaku UMKM dalam program pemberdayaan usaha Mikro Kecil Menengah dan koperasi dengan memberikan akses pengelolaan data dan pembiayaan yang murah.
“UMKM memiliki peranan penting dalam pemulihan ekonomi nasional dan daerah seperti dalam hal penyerapan tenaga kerja pada saat ini” ungkap Ismed Saputra S.E,M.A
Kemudian DR Andin Hadiyanto M.A menyampaikan Sosialisasi pemberdayaan UMKM ini telah memberikan banyak training kepada pelaku UMKM dan pegawai lembaga instansi daerah.
Pada tahun 2021 BPPK telah memberikan training kepada 360 ribu orang dan 105 ribu pegawai kementrian lembaga dan instansi daerah selama setahun.
Ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 20 sampai 30 ribu orang setiap tahunnya.
Acara sinergi dan kolaborasi pemberdayaan UMKM kemenkeu satu di sektor kelapa sawit Provinsi Riau dibuka langsung oleh Gubernur Riau Drs H Syamsuar M.Si yang ditandai dengan pemukukan gong tiga kali dan dilanjutkan dengan sesi penandatanganan MoU kemenkeu satu oleh Gubernur dan Bupati/Wali kota se Provinsi Riau.
Hadir dalam sosialisasi tersebut Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Riau Ismed Saputra, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Andin Hadiyanto dan Gubernur Riau Syamsuar acara sosialisasi tersebut.