Hanif Dhakiri Sebut Serbuan Pekerja Asing Wajar
Rabu, 02 Sep 2015 19:16
Hal ini menanggapi kekhawatiran para tenaga kerja lokal yang menyebut adanya serbuan tenaga kerja asing asal China ke Indonesia. Terlebih lagi, ada beberapa proyek infrastruktur yang dikerjakan oleh China.
"Kalau saya sih sederhana Saja, saya tanya anda deh, kalau misalnya anda ini investor dari Indonesia, anda bawa uang Rp50 triliun ke Thailand. Saya tanya, anda akan bawa orang Indonesia enggak? Nah anda bawa kan, jadi konsepnya sama seperti itu," jawab Hanif di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/9/2015).
"Tapi anda enggak akan bawa semuanya toh. Mungkin anda akan bawa ahli-ahli yang terpecaya akan bawa beberapa manajer, nah konsepnya kaya gitu," sambung Hanif.
Namun, dirinya tidak mengiyakan adanya serbuan tenaga kerja asing asal China. Hanif terus berdalih bahwa konsep investor membawa tenaga kerja asal untuk bekerja di negara tersebut memang seperti itu.
"Gini loh, pengertiannya itu kan investor itu bawa uang, dia ciptakan lapangan kerja, dia ambil risiko, jadi dia perlu mengamankan, sehingga membutuhkan SDM yang dia percaya, bukan sekedar ahli, tapi yang dipercaya. Nah dalam konteks seperti itu wajar saja di seluruh dunia," dalih Hanif.
Kendati demikian, dirinya meminta semua pihak mengkhawatirkan permasalahan tersebut. Menurut Hanif, pemerintah sudah punya regulasi mengenai orang asing atau tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia.
"Jadi enggak perlu ada yang dikhawatirkan, semuanya terkendali dengan
baik, yang penting kebijakan yang kita ambil ini untuk mendukung
kebijakan investasi kita lebih bagus, sehingga iklim investasi lebih
baik, sehingga investasi besar dan manfaat untuk rakyat makin besar dan
banyak. Pembangunan berjalan, ekonomi bergerak, lapangan kerja tercipta
dan terbuka. Untuk siapa? untuk rakyat Indonesia," pungkasnya. (okezone)
IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Cermati Data Ekonomi Pekan Ini
Sejumlah sentimen global dan domestik mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sela
Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau
PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada
PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional
Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po
Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya
RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20
Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS
JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u