Harga Bahan Pokok di Kampar Pasca Harga BBM Naik : Beras Naik Tipis, Daging Turun
Admin
Senin, 12 Sep 2022 10:52
KAMPAR - Pasca harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik, harga beberapa bahan pokok di Kampar terpantau masih stabil.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdag-KUKM) Kampar, Henry Dunan melalui Kepala Seksi Pengawasan Pangan dan Pemantauan Harga Barang, Muhammad Hasbi mengemukakan, belum ada kenaikan harga bahan pokok yang signifikan.
"Hanya beras yang naik 1000 per kilogram," katanya, Jumat (9/9/2022).
Kenaikan harga beras terjadi hampir di semua merek. Akumulasi kenaikan menjadi lebih terasa jika pembelian dalam satuan sak mulai dari ukuran 10 kilogram.
"Kalau yang sak 10 kilogram, misalnya dari 135.000 menjadi 145.000," ujarnya.
Sementara itu, harga telur terpantau masih tetap dari pekan lalu. Yakni, di angka mencapai Rp 53.000 per papan. Telur dalam satuan papanan (egg tray) terdiri 30 butir.
Disdag KUKM masih tetap pada penilaiannya karena efek bantuan sosial dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Pendistribusian bantuan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) didominasi telur.
"Telur di pasaran, belum banjir. Kalau nanti sudah banjir, pasti turun," ujarnya.
Berbeda dengan pernyataan Dinas Sosial Kampar yang tidak begitu sepakat dengan anggapan bahwa lonjakan harga telur hanya karena PKH. Kenaikan harga bisa disebabkan beberapa faktor.
Kembali ke penjelasan Hasbi. Harga daging justru turun beberapa hari belakangan. Ia menyebutkan, harga daging Sapi dari sebelumnya rata-rata Rp. 150.000 per kilogram, turun hingga Rp. 20.000.
"Harga daging malah turun. Dari 150.000 jadi 130.000. Turunnya sampai 20.000," jelasnya. Menurut dia, turunnya harga daging karena minat beli masyarakat menurun.
Ia menduga, turunnya minat akan daging imbas dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Menurut dia, PMK telah menekan permintaan akan daging sehingga suplai melimpah.
Berbeda lagi dengan harga cabai merah. Ia mengatakan, harga cabai merah terpantau fluktuatif. Naik turun harga cabai terjadi harian
"Sudah sempat 80.000 (per kilogram), naik lagi sampai ke 110.000, hari ini turun ke 100.000," ungkapnya.
Menurut dia, terdapat fenomena banting harga yang dilakukan pedagang. Tujuannya untuk menyesuaikan persediaan dengan daya beli.
Daya beli melemah sejak harga cabai meroket. Sedangkan pedagang harus menghabiskan stok agar cabai dagangannya tidak sampai busuk. Sehingga mau tidak mau, cabai dijual dengan untung tipis.
Ia mengemukakan, harga bahan pokok di Kampar secara umum masih stabil sejak kenaikan harga BBM.
"Sejauh ini pada umumnya masih stabil," katanya