Sabtu, 20 Jun 2026

Trump: Minyak Habis dalam 4 Pekan Jika Hormuz Ditutup

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 20 Jun 2026 13:50
Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan cadangan minyak dunia berpotensi habis dalam waktu sekitar empat minggu apabila Selat Hormuz tetap ditutup. Menurutnya, pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut menjadi kunci untuk mencegah krisis energi global.

Pernyataan itu disampaikan Trump saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis ketika membahas nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran, dikutip dari The Hill, Sabtu (20/6/2026)."Kita akan kehabisan cadangan dalam waktu sekitar empat minggu. Ada cadangan di seluruh dunia, tetapi kita benar-benar akan kehabisan, dan akan ada saatnya Anda tidak akan bisa mendapatkannya," kata Trump.

Trump tidak menjelaskan secara rinci apakah yang dimaksud adalah cadangan minyak Amerika Serikat atau cadangan minyak global. Gedung Putih juga tidak memberikan penjelasan tambahan dan hanya merujuk pada pernyataan presiden tersebut.

Trump menegaskan bahwa berlanjutnya penutupan Selat Hormuz dapat memicu kekacauan di pasar energi dunia.

"Akan terjadi kekacauan jika minyak habis. Apa yang dilakukan kesepakatan ini adalah memungkinkan kapal-kapal kembali berlayar. Jika kita terus melakukan pengeboman, kapal-kapal itu tidak akan berlayar," ujarnya.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Sebelum konflik pecah, sekitar 20 persen konsumsi minyak global diangkut melalui selat yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Penutupan jalur tersebut dalam beberapa bulan terakhir telah mendorong lonjakan harga minyak dunia yang kemudian berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.

Sebelumnya, Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) juga memperingatkan bahwa cadangan minyak global terus menurun akibat konflik yang mengganggu distribusi energi.

Jaga Pasokan MinyakDirektur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan pelepasan cadangan minyak strategis memang membantu menjaga pasokan pasar, namun cadangan tersebut tidak akan bertahan selamanya.

Ia mengingatkan bahwa akibat perang dan penutupan Selat Hormuz, persediaan minyak komersial diperkirakan hanya cukup untuk beberapa pekan jika gangguan pasokan terus berlanjut.

IEA juga telah memperkirakan permintaan minyak dunia akan melampaui pasokan sepanjang tahun ini.

Sejak awal konflik, Amerika Serikat bersama negara-negara anggota IEA telah melepaskan sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis untuk menstabilkan pasar.

Pemerintahan Trump sendiri mengumumkan pelepasan 172 juta barel dari Cadangan Minyak Strategis (Strategic Petroleum Reserve/SPR) yang dilakukan secara bertahap selama 120 hari.

Saat pengumuman tersebut dibuat, SPR AS berisi sekitar 415 juta barel minyak. Data terbaru yang dirilis pekan ini menunjukkan cadangan tersebut telah turun menjadi sekitar 340 juta barel, level terendah sejak 1983.(liputan6)
Sumber: https://www.liputan6.com/global/read/7894069/trump-minyak-habis-dalam-4-pekan-jika-hormuz-ditutup

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.