Minggu, 19 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Harga Minyak Dunia Naik karena AS Beri Sanksi Baru bagi Iran

Ekonomi,

Harga Minyak Dunia Naik karena AS Beri Sanksi Baru bagi Iran

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 03 Sep 2025 08:28
cakaplah.com
Harga minyak mentah dunia ditutup menguat lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (2/9/2025). Kenaikan ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) menerapkan sanksi baru yang menargetkan pendapatan minyak Iran, sekaligus menjelang pertemuan penting OPEC+ akhir pekan ini.

Mengutip Reuters, harga minyak Brent naik US$ 0,99 atau 1,45% ke level US$ 69,14 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melonjak US$ 1,58 atau 2,47% menjadi US$ 65,59 per barel, setelah sehari sebelumnya pasar tutup karena libur Hari Buruh di AS.

Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap jaringan pelayaran yang dipimpin pengusaha Irak-Kittitia. Jaringan ini dituding menyelundupkan minyak Iran dengan menyamarkannya sebagai minyak Irak. Langkah tersebut mempertegas sikap pemerintahan Presiden Donald Trump yang tetap menekan Iran di tengah mandeknya perundingan nuklir.

“Tekanan AS terhadap ekspor minyak Iran jelas menjadi faktor pendorong harga hari ini,” ujar analis senior Price Futures Group Phil Flynn.

Investor kini menantikan pertemuan delapan anggota OPEC+ pada 7 September 2025. Analis memperkirakan kelompok ini, termasuk Arab Saudi dan Rusia, tidak akan terburu-buru mencabut pemangkasan produksi sukarela.

Menurut analis independen Gaurav Sharma, OPEC+ cenderung menunggu data tambahan pascapuncak permintaan bahan bakar musim panas di AS.

Faktor geopolitik juga turut menekan pasokan global. Tiga sumber Reuters menyebut Saudi Aramco dan perusahaan minyak Irak, SOMO, menghentikan suplai ke Nayara Energy India setelah Uni Eropa menjatuhkan sanksi pada Juli lalu. “

Jika pembatasan makin ketat, pembeli akan semakin sulit mendapatkan minyak dari pasar abu-abu,” jelas mitra di Again Capital John Kilduff.

Sementara itu, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organisation (SCO) 2025 yang dihadiri Presiden China Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Perdana Menteri India Narendra Modi turut menyita perhatian.

Forum ini membahas tatanan ekonomi baru yang lebih menguntungkan negara berkembang, dan menurut Kilduff, dapat memicu langkah lanjutan dari Trump, termasuk potensi sanksi tambahan terhadap India.

Sentimen positif juga muncul dari perkiraan penurunan stok minyak mentah AS pasca berakhirnya musim mengemudi musim panas.

Pada sisi lain, konflik Rusia-Ukraina tetap memberi tekanan. Serangan drone Ukraina menutup fasilitas pengolahan yang mewakili sekitar 17% kapasitas kilang minyak Rusia atau 1,1 juta barel per hari.

Dari Asia Tengah, produksi minyak Kazakstan pada Agustus naik 2% menjadi 1,88 juta barel per hari dibanding Juli yang tercatat 1,84 juta barel per hari.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Minggu, 19 Apr 2026 14:02

    Pee Wee Gaskins Resmi Gabung Wecord Evermore Indonesia, Fans Tak Sabar Album Baru!

    JAKARTA - Kabar menggembirakan datang dari skena musik Tanah Air. Band legendaris, Pee Wee Gaskins, resmi bergabung dengan Wecord Evermore Indonesia. Bergabungnya PWG menandai babak baru dalam pe

  • Minggu, 19 Apr 2026 14:00

    Madonna Tiba-Tiba Muncul di Panggung Sabrina Carpenter, Bikin Heboh Coachella 2026

    JAKARTA - Penampilan Sabrina Carpenter di Coachella 2026 semakin meriah karena adanya kejutan dari Madonna. Pasalnya, ratu pop dunia itu tiba-tiba muncul di panggung saat Sabrina Carpenter sedang

  • Minggu, 19 Apr 2026 13:51

    Lisa BLACKPINK Tuai Reaksi Beragam usai Tampil di Coachella 2026, Kurang Persiapan?

    JAKARTA - Penampilan Lisa BLACKPINK di panggung Coachella 2026 kembali menjadi sorotan. Kali ini ia tampil mengusung konsep “Bad Angel” yang memicu perdebatan di kalangan netizen.Aksi panggun

  • Minggu, 19 Apr 2026 13:49

    Mitos atau Fakta, Pasien Diabetes Tak Boleh Konsumsi Gula

    JAKARTA - Diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Jumlah penyandang diabetes pada 2024 mencapai 20,4 juta orang dan menempatkan Indonesia di posisi

  • Minggu, 19 Apr 2026 13:47

    Apakah Suntik Campak Bikin Demam?

    JAKARTA - Apakah suntik campak bikin demam? Kondisi demam setelah vaksin campak termasuk dalam salah satu efek samping.Campak atau measles adalah penyakit infeksi yang amat menular. Apa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.