Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Impor Riau Januari–Juli 2025 Turun 13,85 Persen, Pupuk Masih Jadi Komoditas Utama

Ekonomi,

Impor Riau Januari–Juli 2025 Turun 13,85 Persen, Pupuk Masih Jadi Komoditas Utama

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 04 Sep 2025 08:54
RIAU AKTUAL.COM
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat nilai impor Riau periode Januariā€"Juli 2025 mencapai US$980,66 juta atau turun 13,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, mengatakan penurunan ini terjadi baik pada impor migas maupun nonmigas. "Impor nonmigas Riau tercatat sebesar US$905,64 juta atau turun 9,04 persen. Sedangkan impor migas senilai US$76,03 juta, anjlok hingga 47,40 persen dibanding tahun sebelumnya," ujarnya.

Asep menjelaskan, produk pupuk masih mendominasi nilai impor Riau dengan total US$211,33 juta atau 23,33 persen dari total impor nonmigas. Posisi kedua ditempati bubur kayu (pulp) sebesar US$112,91 juta atau 12,47 persen, disusul kayu dan barang dari kayu senilai US$109,98 juta atau 12,14 persen.

Dari sisi bulanan, nilai impor Riau pada Juli 2025 tercatat sebesar US$164,94 juta, turun 16,71 persen dibanding Juli 2024. Sementara impor nonmigas pada Juli 2025 mencapai US$139,83 juta, turun 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data BPS, dari sepuluh komoditas nonmigas terbesar, yang mengalami penurunan terbesar adalah mesin-mesin/pesawat mekanik dengan nilai US$86,78 juta atau anjlok 48,66 persen. Sebaliknya, komoditas dengan peningkatan tertinggi adalah bubur kayu (pulp) yang naik US$41,22 juta atau 57,49 persen.

Adapun tiga negara pemasok utama barang impor nonmigas Riau periode Januariā€"Juli 2025 adalah Kanada sebesar US$163,13 juta (18,01 persen), Tiongkok sebesar US$157,63 juta (17,41 persen) dan Vietnam sebesar US$98,51 juta (10,88 persen).

Secara kawasan, impor nonmigas Riau dari negara ASEAN mencapai US$272,76 juta (30,12 persen), sedangkan dari Uni Eropa sebesar US$115,51 juta (12,75 persen).

Dari jenis penggunaannya, impor barang konsumsi mengalami penurunan paling tajam yaitu 61,53 persen menjadi US$39,55 juta. Barang modal juga turun signifikan sebesar 54,07 persen menjadi US$69,48 juta. Sementara itu, impor bahan baku/penolong hanya turun tipis 1,42 persen menjadi US$871,63 juta.

"Secara keseluruhan, penurunan impor ini menunjukkan adanya perlambatan permintaan bahan baku maupun barang konsumsi di Riau. Namun beberapa komoditas tertentu seperti bubur kayu masih mencatatkan pertumbuhan cukup tinggi," tutup Asep.***(Riau Aktual.com)
Sumber: RIAU AKTUAL.COM

Ekbis
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 16:47

    Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan

    JAKARTAā€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:12

    Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda

    PELALAWAN ā€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:09

    LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha

    JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:05

    Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir

    Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d

  • Selasa, 30 Jun 2026 15:37

    OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor