Minggu, 19 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Kinerja Ekspor Masih Tertekan Sepanjang 2016

ekbis

Kinerja Ekspor Masih Tertekan Sepanjang 2016

Sumber: Okezone.com
Selasa, 17 Jan 2017 10:31
Koran SINDO
JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, kinerja ekspor sepanjang tahun lalu mencapai USD144,43 miliar atau turun 3,95% dibanding tahun 2015. Lesunya perdagangan global menjadi penyebab utama belum pulihnya ekspor.

Kinerja ekspor yang tertekan dikompensasi penurunan impor yang lebih dalam. Sepanjang 2016 impor tercatat mencapai USD135,65 miliar atau turun 4,94% dibanding tahun lalu. Alhasil, neraca perdagangan mencatat surplus USD8,78 miliar, lebih baik dibandingkan tahun 2015 yang surplus USD7,67 miliar.

"Meski surplus, ekspor kita masih turun. Artinya, kita belum pulih sepenuhnya. Masih perlu waktu untuk pulih kembali," kata Kepala BPS Kecuk Suhariyanto di Jakarta kemarin.

Kecuk mengatakan, penurunan ekspor disumbang oleh ekspor migas yang anjlok 29,5% dibandingkan tahun 2015.

Sementara, ekspor nonmigas yang memiliki kontribusi 91% terhadap total ekspor juga tercatat terkontraksi 0,34%. Komoditas ekspor terbesar selama 2016 masih didominasi bahan bakar mineral seperti kelapa sawit dan batu bara yang total nilainya mencapai USD14,75 miliar.

Namun, komoditas dengan kontribusi 11,23% itu terkontraksi 8,24%. Adapun, komoditas yang naik signifikan sepanjang 2016 antara lain perhiasan/ permata, kendaraan serta bagiannya, dan mesin pesawat mekanik.

"Ekspor kita sebagian besar itu ke China, Amerika Serikat, dan Jepang dengan porsi 36,39%. Kita memang tergantung dengan tiga negara ini dan sulit untuk mengembangkan pasar ekspor baru di luar tiga negara ini," kata Kecuk.

Kecuk juga menjelaskan bahwa penurunan impor sepanjang tahun 2016 didorong oleh impor migas yang turun 23,92% menjadi USD18,72 miliar.

Sementara, laju penurunan impor non-migas lebih landai daripada impor migas yakni 0,98% menjadi USD116,93 miliar. Dari sisi fungsi, kata Kecuk, hanya impor barang konsumsi yang tumbuh 13,54%. Sementara, impor bahan baku penolong dan barang modal yang mempunyai kontribusi terhadap total impor masing-masing 74,42% dan 16,48% turun sepanjang 2016 masing-masing sebesar 5,73% dan 9,64% dibanding tahun 2015.

"Untuk asal negara, impor kita sebagian besar dari China, diikuti Jepang dan Thailand," kata dia.

Kecuk menambahkan, kompetisi dagang Indonesia dengan negara-negara lain sepanjang 2016 menghasilkan surplus terhadap AS, India, dan Belanda. Adapun, Indonesia mengalami defisit yang dalam dengan China, diikuti oleh Thailand dan Australia.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo memperkirakan, kinerja ekspor sepanjang 2016 akan menjadi titik terendah karena tingkat pertumbuhan perdagangan global sudah melewati titik nadir. Dia memandang, prospek ekspor tahun 2017 akan menuju arah perbaikan.

"Kemungkinan besar 2017akannaikterus," ucapnya. Selain sektor manufaktur, Sasmito memperkirakan bahwa ekspor pertambangan akan naik seiring membaiknya harga minyak mentah dunia. Dengan demikian, ekspor komoditas mentah akan naik secara gradual karena kebutuhan dunia masih cukup besar.

Adapun, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa pencapaian ekspor pada 2016 dipengaruhi kondisi global yang belum membaik. Kendati ekspor 2016 masih turun dibanding 2015, Mendag menilai mulai ada perbaikan dan mengarah ke pemulihan.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun berkomitmen meningkatkan ekspor terutama dari sisi nonmigas dengan melakukan diversifikasi pasar ekspor ke negara-negara tujuan ekspor baru. Ditargetkan, tahun ini ekspor nonmigas bisa tumbuh 5,6%.

"Di tengah kondisi yang seperti ini, kita akan upayakan meningkatkan ekspor terutama nonmigas. Demikian juga impornya, impor bahan baku akan pararel dengan kegiatan industri kita. Pengendalian pasar seperti ini yang kami akan upayakan terus," ujarnya kemarin.  (okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:47

    Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

    Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:01

    Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:59

    Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik

    Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:43

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:04

    SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

    RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.