Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Layang-Layang One Piece Laris Manis, Perajin Boyolali Panen Cuan

Ekonomi,

Layang-Layang One Piece Laris Manis, Perajin Boyolali Panen Cuan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 07 Agu 2025 10:35
Berita satu.com
Popularitas anime One Piece rupanya membawa berkah bagi para perajin layang-layang di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Sejak awal Agustus 2025, mereka kebanjiran pesanan, terutama untuk layangan berdesain karakter bajak laut dari anime Jepang tersebut.

Menariknya, bukan hanya anak-anak dan remaja yang menggemari layangan ini, tetapi juga orang dewasa. Salah satu perajin, Sholikin (45), mengaku permintaan melonjak drastis sejak masa liburan sekolah.

"Sejak libur sekolah kemarin sampai sekarang, pesanan terus naik. Yang paling laris kru bajak laut dari One Piece," ujarnya kepada Beritasatu.com, Kamis (7/8/2025).

Dalam sehari, Sholikin mampu memproduksi tiga hingga lima layang-layang ukuran besar, mulai dari 1,5 meter hingga lebih dari 2 meter. Bahkan, jika ada pemesanan dengan ukuran khusus, ia siap melayani.

"Kalau ada yang pesan lebih besar lagi, saya buatkan juga," tambahnya.

Harga layangan bervariasi, mulai dari Rp 175.000 hingga Rp 600.000 tergantung desain dan ukuran. Penjualan dilakukan secara langsung dari rumah maupun lewat media sosial seperti Facebook.

"Sekarang hampir tiap hari ramai. Enggak cuma musim 17-an. Banyak juga pembeli dari luar desa, bahkan dari luar Boyolali," ujarnya antusias.

Kondisi ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu penjualan biasanya hanya ramai saat musim kemarau atau menjelang hari kemerdekaan. Kini, budaya pop, seperti One Piece ikut menghidupkan kembali permainan tradisional Indonesia.

Salah satu pembeli, Taupik, mengaku rela datang langsung ke rumah perajin demi membelikan layangan untuk anaknya. "Saya dari ujung Boyolali sana. Anak saya pengin main bareng teman-temannya, jadi saya belikan layangan jenis bapangan seharga Rp 175.000," ujarnya.

Fenomena ini tidak hanya membuktikan tren masa kini bisa berdampingan dengan budaya lokal, tetapi juga menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.