Jumat, 19 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Masih Beli Minyak Rusia, India Terancam Kenaikan Tarif Trump

Ekonomi,

Masih Beli Minyak Rusia, India Terancam Kenaikan Tarif Trump

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 05 Agu 2025 11:45
Berita satu.com
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap India terkait perdagangan minyak dengan Rusia. Ia mengancam akan menaikkan tarif impor atas produk dari India secara signifikan dari angka 25% yang sudah berlaku saat ini.

Melalui media sosial, Trump menuduh India memanfaatkan konflik di Ukraina untuk kepentingan ekonominya dengan terus membeli minyak dari Rusia, bahkan menjualnya kembali ke pasar global.

"Mereka tak peduli berapa banyak orang terbunuh di Ukraina akibat Mesin Perang Rusia," tulis Trump, menegaskan kekesalannya terhadap sikap India, dilansir dari Antara.

Meski India selama ini dianggap sebagai mitra penting AS dalam menghadapi pengaruh China, Trump menunjukkan ketidaksabarannya atas lambatnya kemajuan kerja sama dagang antara kedua negara. Ia menilai India mendapatkan keuntungan besar dari ekspor ulang minyak Rusia, sementara upaya damai untuk mengakhiri perang di Ukraina masih menemui jalan buntu.

Pekan lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan penerapan tarif tinggi terhadap negara-negara mitra dagang AS. Kebijakan ini mulai berlaku Kamis ini dan diberlakukan secara sepihak terhadap India setelah negara itu tak juga meneken kesepakatan dagang resmi dengan ASâ€"berbeda dengan Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa.

Sebelumnya, implementasi tarif yang disebut sebagai "tarif resiprokal" sempat ditangguhkan. Namun kini, dengan penangguhan itu berakhir, India menjadi salah satu negara pertama yang dikenai tarif sebesar 25% oleh AS.

Tak hanya itu, Trump juga menyiratkan akan menambahkan penalti tambahan, meskipun tanpa penjelasan rinci.

Kementerian Luar Negeri India merespons cepat ancaman tersebut. Dalam pernyataan resmi pada Senin, Kemenlu India menyatakan keberatan dan mengecam langkah Trump. "Tindakan Trump tak dapat dibenarkan dan tak beralasan," tulis pernyataan itu.

India menekankan bahwa sebagai negara ekonomi besar, mereka memiliki hak untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan ekonominya. New Delhi juga menuding balik bahwa AS sendiri masih melakukan impor dari Rusia, termasuk produk nuklir seperti uranium heksafluorida serta bahan kimia dan pupuk.

Sikap keras Trump terhadap India merupakan bagian dari pendekatan yang lebih luas. Ia sebelumnya menyatakan kemungkinan memberlakukan tarif hingga 100% kepada Rusia jika negara itu tidak menghentikan agresinya di Ukraina. Negara-negara lain yang tetap melakukan pembelian minyak dan produk Rusia juga dikabarkan akan dikenai sanksi ekonomi serupa.

Saat mengumumkan rencana tarif terhadap India pada akhir Juli lalu, Trump turut mengkritik pembelian alutsista oleh India dari Rusia serta menyoroti hambatan dagang yang menurutnya “menjengkelkan”.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.