Membandingkan Tabungan, Emas, Obligasi & Saham
Rabu, 09 Sep 2015 10:16
Mari kita lihat angka inflasi atau angka rata-rata kenaikan harga bahan kebutuhan pokok pada periode yang sama. Selama delapan tahun, rata-rata inflasi sebesar 6,2 persen, artinya, deposito bisa melebihi inflasi. Persoalannya, inflasi itu tak mencatat kenaikan seluruh komponen harga kebutuhan. Biaya sekolah misalnya, rata-rata naik 15 persen per tahun. Kenaikan tinggi juga terjadi pada harga properti, dan kebutuhan lain seperti transportasi, dan lainnya.
Apa artinya? Hanya mengandalkan deposito untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang seperti sekolah anak, membeli rumah, membiayai pensiun akan membuat nilai uang justru berkurang karena termakan inflasi. Salah satu cara untuk memperoleh hasil investasi di atas kenaikan harga kebutuhan jangka panjang dengan memilih instrumen lain di luar deposito.
Ada banyak pilihan investasi, emas salah satunya. Orang-orang zaman dulu banyak menyimpan uang dalam bentuk emas, karena harga emas diyakini akan selalu naik. Dalam periode yang sama, delapan tahun, harga emas naik rata-rata 12,9 persen. Tinggal menghitung saja, hasil tersebut dengan kebutuhan dan kenaikan harga kebutuhan apakah mencukupi.
Pilihan lainnya adalah membeli obligasi atau surat utang, baik yang diterbitkan pemerintah maupun perusahaan (korporasi). Rata-rata hasil investasi obligasi pemerintah dalam periode yang sama rata-rata per tahun mencatat angka 8,8 persen. Obligasi pemerintah disebut zero risk karena pemerintah dianggap tidak akan mengalami gagal bayar. Kalaupun ada kasus gagal bayar di negara Eropa, ini merupakan kasus khusus. Artinya, hasil investasi obligasi berada di atas deposito.
Lantas bagaimana dengan saham? Ternyata dalam kurun waktu yang sama, saham menghasilkan keuntungan rata-rata 25,6 persen. Namun, fluktuasi atau naik turunnya harga saham sangat tinggi. Ada tahun yang kenaikannya besar, dan ada yang penurunannya besar pula. Investor harus selalu mengingat prinsip investasi high risk, high return, dan low risk, low return.
Semakin tinggi risiko, harus semakin panjang waktu investasi untuk melewati siklus kenaikan dan penurunan. Dan agar lebih aman, jangan hanya menyimpan dana investasi pada satu jenis produk investasi. Alokasikanlah dana investasi pada beberapa jenis instrumen, deposito, obligasi, dan saham secara proporsional misalnya, atau dengan komposisi yang lebih besar pada satu jenis investasi, yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
Komposisi alokasi investasi juga harus disesuaikan dengan jangka waktu investasi dan target investasi. Minta nasihat dan saran investasi dari para perencana keuangan atau perusahaan sekuritas tempat investor ingin berinvestasi.
(okezone.com)
Harga Cabai Naik di Pasar Bengkalis, Ayam Potong dan Kampung Malah Turun
BENGKALIS - Harga cabai merah di pasar Terubuk Bengkalis kembali mengalami kenaikan.Sejak tiga hari terakhir cabai merah di jual pedagang Pasar Terubuk kisaran Rp 40 ribu perkilogramnya.Bahkan kenaika
Benarkah Makan Buah Apel Bisa Bikin Kurus?
JAKARTA - Benarkah makan buah apel bisa bikin kurus? Yuk simak jawabannya. Di balik tampilan buah apel yang biasa, terdapat manfaat besar yang bisa didapat oleh tubuh, salah satunya dalam penurunan be
Dokter Internship Meninggal, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia Desak Bentuk Tim Audit
JAKARTA - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mendesak adanya audit dan pembentukan tim audit terkait kasus meninggalnya dokter internship.Salah satu kasus terbarunya adalah kepergian dr.
Waspada Heatstroke Saat Haji, Dokter Ingatkan Bahaya Suhu 40 Derajat Celsius
Madinah - Cuaca panas ekstrem mulai menjadi perhatian serius bagi jemaah haji Indonesia. Suhu siang hingga sore hari mendekati musim haji diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius. Suhu ekstrem ini men
Kronologi dan Modus Pengasuh Pondok Pesantren di Pati Cabuli Puluhan Santriwati
Kasus asusila ini terungkap saat Ali Yusron sebagai pengacara salah satu korban, membongkar modus terduga pelaku yang tega mencabuli puluhan santriwati. Ali menyebut bahwa terduga kiai cabul awalnya m