Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Mengenal Fenomena Rojali yang Bikin UMKM Ketar-ketir

Ekonomi,

Mengenal Fenomena Rojali yang Bikin UMKM Ketar-ketir

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 22 Jul 2025 15:44
Berita satu.com
Media sosial kembali dihebohkan dengan istilah baru bernama rojali, singkatan dari rombongan jarang beli. Istilah ini tidak sekadar menjadi tren bahasa di dunia maya, tetapi mencerminkan fenomena sosial dan ekonomi yang semakin nyata di tengah masyarakat urban.

Di balik istilah yang terkesan lucu dan ringan ini, terdapat refleksi akan perubahan pola konsumsi masyarakat yang terjadi akibat tekanan ekonomi dan melemahnya daya beli.

Apa Itu Fenomena Rojali?
Fenomena rojali menggambarkan kebiasaan sekelompok orang yang datang berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan, restoran, atau kafe, tetapi tidak melakukan pembelian yang berarti. Mereka hanya duduk, bersantai, berfoto, menikmati Wi-Fi gratis, pendingin udara, dan suasana tempat, tanpa benar-benar melakukan transaksi apa pun.

Kehadiran mereka cenderung memanfaatkan fasilitas tanpa memberi kontribusi pendapatan kepada pemilik usaha. Istilah ini semakin populer di berbagai platform media sosial, seperti TikTok, Instagram, hingga X (dahulu Twitter). Banyak warganet menggunakan istilah ini sebagai bentuk kritik sekaligus sindiran kepada pengunjung tukang nongkrong yang tidak membeli.

Tidak sedikit pelaku UMKM dan pemilik bisnis pada sektor food and beverage (F&B) yang mulai merasa resah dengan keberadaan rojali. Mereka memanfaatkan fasilitas, seperti kursi, meja, listrik, dan internet yang seharusnya digunakan pelanggan aktif, tetapi tanpa melakukan transaksi yang menghasilkan pendapatan.

Dalam jangka panjang, kehadiran rojali dapat menyebabkan bisnis mengalami stagnasi. Terlebih, usaha kecil dan menengah di sektor kuliner sangat bergantung pada volume transaksi harian. Penggunaan fasilitas tanpa adanya pembelian nyata bisa menyebabkan kerugian yang tak terlihat secara langsung, tetapi berdampak signifikan terhadap kesehatan finansial usaha.

Fenomena Rojali tidak bisa dilepaskan dari persoalan ketimpangan ekonomi. Banyak masyarakat urban mengaku hanya sekadar refreshing di pusat perbelanjaan karena tidak mampu membeli barang-barang yang semakin mahal. Harga kebutuhan pokok dan barang konsumsi terus meningkat, sedangkan pendapatan masyarakat cenderung stagnan. Akibatnya, masyarakat memprioritaskan kebutuhan pokok daripada pengeluaran untuk gaya hidup konsumtif.

Rojali menjadi bukti masyarakat Indonesia semakin selektif dalam mengelola pengeluaran. Banyak orang lebih memilih sekadar mencari pengalaman sosial, kenyamanan tempat, hingga konten media sosial, tanpa harus membeli produk atau layanan yang ada.

Pada akhirnya, istilah rojali bukan hanya fenomena sementara atau sekadar istilah lucu di media sosial. Ia adalah cerminan realitas sosial dan ekonomi masyarakat urban Indonesia hari ini.

Pemerintah dan sektor bisnis perlu memandang fenomena rojali ini sebagai sinyal penting. Ada urgensi untuk memahami perubahan perilaku konsumen sekaligus membangun strategi bisnis yang lebih adaptif, agar ekosistem ekonomi digital dan ritel di Indonesia tetap sehat, inklusif, dan berkelanjutan.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:20

    Bawaslu Riau Konsolidasikan Demokrasi dengan Parpol, PAN Jadi Kunjungan Perdana

    PEKANBARU (CAKAPLAH) â€" Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau memulai langkah konsolidasi demokrasi dengan partai politik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas demokrasi

  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:17

    Aksi Simbolis 'Uang Receh' Jurnalis Riau Disambut Sikap Terbuka Kabid Humas Polda dan Berkomitmen Tingkatkan Sinergi

    PEKANBARU - Dinamika hubungan kemitraan antara awak media dan kepolisian menemui titik temu melalui ruang dialog tatap muka. Puluhan jurnalis yang bertugas di lingkungan Kepolisian Daerah Riau menyamp

  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:03

    Pendaftaran Siswa Baru SMA dan SMK Riau Ditutup, Puluhan Ribu Pelajar Tunggu Hasil

    PEKANBARU - Tahapan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA dan SMK Negeri di Provinsi Riau Tahun Ajaran 2026/2027 resmi ditutup Jumat (19/6/2026) pukul 13.00 WIB. Saat ini seluruh seko

  • Sabtu, 20 Jun 2026 11:00

    Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin Roy Suryo dan Dokter Tifa agar Tak Ditahan

    JAKARTA â€" Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan kesiapannya menjadi penjamin bagi Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa yang berstatus tersangka,

  • Sabtu, 20 Jun 2026 10:54

    Nekat Manipulasi Data Visa, Tiga WN Tiongkok Dideportasi

    JAKARTA - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Surabaya mendeportasi tiga warga negara Tiongkok setelah terbukti memalsukan data, dan memberikan keterangan tidak benar untuk memperoleh visa kunjungan bisnis da

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.