Minggu, 19 Apr 2026

Ekonomi

Merancang Inovasi Model Bisnis

Jumat, 30 Des 2016 10:34
Shutterstock
ilustrasi

INOVASI Model Bisnis (Business Model Innovation/ BMI) merupakan inovasi yang kompleks dan sulit diterapkan satu dan lain.

Sulit karena ada banyak hal memerlukan perubahan menyeluruh yang bersinggungan dengan orang-orang di organisasi perusahaan maupun secara eksternal. Istilah model bisnis dipergunakan untuk memperlihatkan atau representasi dari bagaimana perusahaan menghasilkan atau mendatangkan uang. Sedangkan BMI dirancang untuk lebih cepat mendorong pertumbuhan dan pada saat yang sama meningkatkan nilai plus dalam pelayanan di mata pelanggan sehingga meningkatkan keunggulan daya saing.

a. Identitas perusahaan: visi, misi, nilai-nilai inti dan brand atau merek yang dikomunikasikan dan perlu diketahui oleh para stakeholders, utamanya para pelanggan.

b. Sumber daya utama: kompetensi, proses, mitra yang memberikan nilai tambah.

c. Target pelanggan (pasar), segmentasi dan target pelanggan yang akan memberikan tanggapan positif terhadap penawaran perusahaan; produk maupun jasa.

d. Strategi saluran distribusi dan arus barang.

e. Bagaimana produk dan jasa yang ditawarkan dapat memenuhi harapan, keinginan dan kebutuhan konsumen, pemakai dan pelanggan.

BMI berbeda dengan inovasi lainnya. Perubahan atas setiap keputusan penting ikut mengubah model bisnis, atau sebaliknya perubahan di model bisnis mendorong untuk mengubah keputusan-keputusan penting.

Oleh karena itu, BMI akan terlihat sangat radikal, dan dalam banyak hal bersifat transformasional dibandingkan dengan inovasi pada umumnya yang hanya menghasilkan perbaikan, dengan cara meningkatkan kemampuan dan mengurangi biaya. Mengubah model bisnis akan membawa risiko karena dampak besar yang ditimbulkan terhadap struktur, proses dan budaya yang berlaku saat ini.

Bagi perusahaan-perusahaan skala besar, akan berdampak pada kepentingan jangka panjang. Sedangkan, pada perusahaan dengan tahapan awal (start-up), BMI tidak membawa risiko karena baru dimulai, bahkan dengan pemikiran-pemikiran yang sama dalam menyusun model bisnis akan lebih menstabilkan untuk beberapa tahun ke depan.

Lalu, kapan sebaiknya melakukan perubahan model bisnis? Ketika kita terdesak dan tidak lagi bertumbuh, bahkan terjadi kemunduran baik dalam penjualan maupun perolehan keuntungan namun perlu perencanaan yang matang dan tidak mendadak dalam kepanikan.

 

Beberapa indikasi berikut ikut mendorong perlunya perubahan model bisnis:

a. Perubahan dalam tren industri,

b. Tuntutan pelayanan yang berlebihan dan membutuhkan ekstra biaya,

c. Sebaliknya ada peluang besar untuk masuk ke pasar yang baru dengan semua sumber daya yang kita miliki, hanya saja memerlukan perubahan cara kerja dalam menangkap peluang tersebut,

d. Menyelaraskan dari waktu ke waktu dengan visi dan misi perusahaan, agar tidak menyimpang.

Boston Consulting Group (BCG) mengungkapkan, pendekatan dalam menentukan BMI bisa dilihat dari dua faktor yakni;

Pertama impetus, apakah perusahaan dalam posisi mempertahankan diri terhadap ancaman dari luar seperti peraturan pemerintah, ekonomi sedang melambat atau justru menginginkan status quo dalam kemunduran perusahaan yang semakin nyata.

Kedua, fokus pada apa dan peluang mana yang paling besar, apakah tetap dengan bisnis inti saat ini, atau berpindah ke bisnis yang menyasar pasar baru, atau berjalan bersamaan dan mengamati berikutnya mana yang paling kuat dan berpeluang besar.

Berdasarkan dua faktor yang saling terkait tersebut dibuat kuadran dan metriks:

Pertama, The Reinventor Approach. Situasi menghadapi tantangan seperti peraturan pemerintah yang mengubah pola bisnis kita, komoditisasi, penjualan mengalami penurunan dan pertumbuhan sulit dicapai.

Kedua, The Adapter Approach. Dirancang apabila bisnis inti saat ini tidak dapat menahan dan membendung gangguan dari luar, sekalipun telah dilakukan reinvent. Perusahaan perlu mencari bisnis atau pasar yang baru dan melakukan berbagai percobaan guna menemukan bisnis inti yang baru.

Ketiga, The Maverick Approach. Model bisnis ini untuk mengangkat dan meningkatkan bisnis inti yang telah dianggap berhasil. Bisa membentuk perusahaan baru atau mengambil alih perusahaan lain, menerapkan kelebihan yang ada untuk melakukan revolusi dalam industri, di mana perusahaan berada dan menetapkan standar baru. Harus dilakukan secara terus menerus dengan mengedepankan keunggulan dalam persaingan guna mendorong pertumbuhan.

Keempat, The Adventurer Approach. Secara agresif mengembangkan bisnis dengan memasuki pasar yang baru dengan berbagai kelebihan dan keunggulan yang dapat mengalahkan produk atau jasa yang telah eksis di area atau pasar yang dimasuki.

Tidak mudah, apalagi untuk pertama kali melakukan perubahan model bisnis, karena memerlukan pemikiran yang mendalam, pandangan jauh ke depan. Namun, tidak dapat dihindari jika perusahaan dihadapkan dengan ancaman atau sebaliknya, ada peluang begitu terbuka untuk bertumbuh dan berkembang dibandingkan dengan status quo.

DR. ELIEZER H. HARDJO PH.D., CM

Ketua Dewan Juri Rekor Bisnis (ReBi) & The Institute of Certified Professional Managers (ICPM)  (okzone.com)

Ekbis
Berita Terkait
  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:47

    Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

    Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:01

    Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:59

    Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik

    Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:43

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:04

    SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

    RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.