Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • PDB Tumbuh 5,12 Persen, Kantor Presiden: Ini Bukan Ramalan Zodiak

Ekonomi,

PDB Tumbuh 5,12 Persen, Kantor Presiden: Ini Bukan Ramalan Zodiak

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Kamis, 07 Agu 2025 14:54
Berita satu.com
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 yang mencapai 5,12% sempat menuai keraguan dari sejumlah ekonom. Padahal, angka tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), lembaga resmi di bawah pemerintah yang sama sejak Presiden Prabowo Subianto dilantik. Kantor Komunikasi Presiden menilai keraguan tersebut tidak konsisten dan kurang berdasar.

“Kalau turun dipercaya, kalau naik tidak dipercaya. Ini bukan ramalan zodiak yang dipercaya hanya kalau cocok. Data ini dikeluarkan oleh lembaga yang sama, BPS, di bawah pemerintahan yang sama,” ujar Hasan Nasbi dari Kantor Komunikasi Presiden di Jakarta, Kamis (7/8/2025).

Hasan menegaskan, pemerintah bersikap transparan terhadap seluruh data kinerja ekonomi yang dirilis. Ia merinci, pertumbuhan pada kuartal IV 2024 tercatat 5,02%, lalu menurun menjadi 4,87% pada kuartal I 2025, dan kembali naik menjadi 5,12% pada kuartal II 2025.

“Kalau turun, ya kami katakan turun. Kalau naik, kami katakan naik. Pemerintah tidak sedang membentuk narasi, hanya menyampaikan fakta,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hasan meminta publik untuk tidak hanya fokus pada konsumsi dan belanja pemerintah semata. Menurutnya, sektor investasi turut berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi saat ini.

Ia mengutip laporan dari menteri investasi bahwa hingga Agustus 2025, realisasi investasi telah mencapai Rp 942,9 triliun atau hampir 50% dari target tahunan sebesar Rp 1.900 triliun. Investasi tersebut juga berhasil menyerap 1,259 juta tenaga kerja.

“Pertumbuhan sektor industri manufaktur yang mencapai 5,6% serta pertumbuhan investasi sebesar 6,99% menjadi motor utama pendorong PDB kuartal ini. Ini data riil, bukan persepsi,” jelas Hasan.

Ia pun mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menyikapi data ekonomi nasional.

“Kita tidak bisa bersikap selektif. Kalau datanya negatif dipercaya, tapi kalau positif malah diragukan. Sikap seperti ini tidak sehat dalam membangun optimisme nasional,” pungkas Hasan.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA " Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA " Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.