Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Pasokan OPEC+ dan Data Tenaga Kerja AS Tekan Harga Minyak Mentah

Ekonomi,

Pasokan OPEC+ dan Data Tenaga Kerja AS Tekan Harga Minyak Mentah

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 06 Sep 2025 10:20
Berita satu.com
Harga minyak mentah dunia turun pada Jumat (5/9/2025) menyusul laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lemah, sehingga memicu kekhawatiran turunnya permintaan energi. Di sisi lain, pasokan diperkirakan semakin meningkat menjelang pertemuan negara-negara OPEC dan sekutunya atau OPEC+.

Dilansir dari Reuters, Harga minyak mentah Brent ditutup pada level US$ 65,50 per barel, turun US$ 1,49 atau 2,22%. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berakhir pada level US$ 61,87, turun US$ 1,61 atau 2,54%.

Sebelumnya, Reuters melaporkan delapan negara anggota OPEC+ akan mempertimbangkan peningkatan produksi dalam pertemuan pada Minggu (7/9/2025). Data terbaru juga menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 2,4 juta barel pada minggu lalu, berlawanan dengan perkiraan analis yang memprediksi penurunan.

“Ini seperti badai sempurna. Harga mulai turun sejak isu OPEC, lalu diperparah dengan laporan tenaga kerja AS yang lemah,” kata analis senior Price Futures Group, Phil Flynn.

Departemen Tenaga Kerja AS mencatat, jumlah pekerjaan nonpertanian hanya bertambah 22.000 pada Agustus 2025, jauh di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan sekitar 75.000.

Laporan tersebut menambah tekanan bagi bank sentral AS (The Fed) untuk memangkas suku bunga.

“Data tenaga kerja ini menjadi sinyal buruk bagi pasar,” kata mitra di Again Capital, John Kilduff.

Di sisi lain, ekspektasi meningkat bahwa OPEC+ akan menambah pasokan guna merebut pangsa pasar. Rencana ini termasuk mengakhiri lebih cepat pengurangan produksi sebesar 1,65 juta barel per hari, atau sekitar 1,6% dari permintaan global.

“Apabila delapan negara OPEC+ sepakat menaikkan produksi lagi, itu akan memberikan tekanan besar pada harga minyak karena risiko surplus pasokan sudah cukup tinggi,” tulis analis Commerzbank dalam catatan risetnya.

Meski demikian, risiko geopolitik masih mendukung pasar. Presiden AS Donald Trump meminta para pemimpin Eropa untuk berhenti membeli minyak Rusia. Setiap pengurangan ekspor Rusia atau gangguan pasokan berpotensi mendorong harga minyak global naik.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:46

    Mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono Ingatkan Waspada Disinformasi dan Upaya Pecah Belah Bangsa

    Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai upaya p

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:43

    Prabowo Janji Beri Dukungan ke Timnas Indonesia agar Lolos Piala Dunia 2030

    Presiden Prabowo Subianto memastikan akan memberikan dukungan kepada Timnas sepak bola Indonesia agar dapat lolos dan berlaga di Piala Dunia 2030. Dia berjanji akan mendukung semua program PSSI terkai

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:42

    TNI AL Usulkan Nama Gajah Mada atau Soedirman untuk Kapal Induk Indonesia Pertama

    Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) telah mengajukan dua nama tokoh bersejarah untuk kapal induk pertama Indonesia. Usulan ini mencakup Gajah Mada dan Jenderal Soedirman, dua figur yang

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:39

    SPPG Diminta Satgas MBG Ambil Telur dan Daging dari Koperasi Peternak Unggas Jawa Tengah

    Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah sepakat bakal menyerap telur dan daging ayam dari para peternak unggas Jateng selama dua kali dalam seminggu. Kesepakatan

  • Sabtu, 20 Jun 2026 13:33

    Suami Korban Pembunuhan di Ujung Batu Rohul Diringkus

    PASIR PENGARAIAN - Jajaran Polres Rohul dan Polsek Ujung Batu berhasil meringkus suami korban pembunuhan di Dusun II Simpang Baru, Desa Ngaso, Kecamatan Ujung Batu, Rohul.Saat ini, pria yang diduga ku

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.