Sabtu, 20 Jun 2026
Mantan Kepala BIN A.M. Hendropriyono Ingatkan Waspada Disinformasi dan Upaya Pecah Belah Bangsa
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 20 Jun 2026 13:46
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat Indonesia. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai upaya penyebaran disinformasi, hoaks, dan provokasi. Peringatan ini disampaikan untuk menjaga keutuhan dan persatuan bangsa dari ancaman perpecahan yang disengaja.
Jenderal purnawirawan sekaligus cendekiawan intelijen ini menyoroti perkembangan terkini yang menunjukkan risiko informasi palsu. Narasi-narasi tersebut dirancang khusus untuk mengadu domba warga negara Indonesia satu sama lain. Hendropriyono menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas asal-usulnya.
Dalam pernyataannya yang dirilis pada Jumat, Hendropriyono juga menanggapi tudingan yang beredar secara daring. Tuduhan tersebut mengaitkan dirinya dengan kelompok-kelompok yang sangat kritis terhadap pemerintah. Ia membantah keras keterlibatan dalam kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah.
Pentingnya Kewaspadaan Terhadap Disinformasi dan Provokasi
A.M. Hendropriyono menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat perlu waspada terhadap informasi palsu. Terutama fitnah, hoaks, dan provokasi yang sengaja disebarkan untuk memecah belah sesama warga negara. Sejarah telah berulang kali membuktikan bahwa perpecahan sosial dan politik seringkali bermula dari informasi menyesatkan.
Informasi menyesatkan dan kecurigaan sengaja ditanamkan dalam masyarakat untuk menciptakan konflik. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas asal-usul dan motifnya. Penting bagi setiap individu untuk memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Perbedaan pendapat dalam sebuah negara demokrasi seharusnya disalurkan melalui jalur yang sah, damai, dan konstitusional. Hendropriyono juga mendesak publik untuk waspada terhadap upaya yang menghasut kebencian atau tindakan inkonstitusional. Tindakan semacam itu berpotensi mengancam pemerintahan yang sah dan stabilitas negara.
Menjaga Keutuhan Bangsa dan Tatanan Konstitusional
Di bawah kondisi saat ini, sangat penting bagi warga negara untuk menggunakan penilaian yang cermat dan menghormati supremasi hukum. Persatuan nasional, tatanan konstitusional, dan keamanan negara harus diutamakan di atas kepentingan faksional. Ambisi politik jangka pendek tidak boleh mengorbankan stabilitas negara.
Jenderal purnawirawan yang menerima salah satu penghargaan negara tertinggi dari Presiden Prabowo Subianto ini menyatakan bahwa demokrasi hanya dapat berkembang. Hal ini terjadi ketika perbedaan pendapat diselesaikan melalui cara-cara yang damai, beradab, dan konstitusional. Setiap upaya inkonstitusional yang mengancam persatuan nasional harus dihindari.
Upaya yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah tidak memiliki tempat dalam kehidupan publik. Kritik terhadap kebijakan pemerintah dalam demokrasi harus tetap berada dalam koridor hukum. Kritik tidak boleh bertujuan untuk merebut atau menggulingkan kekuasaan secara tidak sah.
Klarifikasi Tegas Hendropriyono Terkait Tuduhan Miring
Dalam pernyataan yang sama, Hendropriyono menanggapi tuduhan yang beredar secara daring. Tuduhan tersebut mengaitkan dirinya dengan kelompok-kelompok yang sangat kritis terhadap pemerintahan. Ia dengan tegas membantah keterlibatan dirinya atau orang-orang terdekatnya dalam kegiatan tersebut.
"Saya menegaskan bahwa saya maupun orang-orang dekat saya tidak terlibat, mendukung, atau pernah menginstruksikan siapa pun," ujarnya. Ia melanjutkan, "untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah." Kebebasan berekspresi dalam demokrasi harus tetap berada dalam batas-batas hukum dan konstitusional.
Hendropriyono menggambarkan klaim bahwa ia terlibat dalam upaya menggulingkan pemerintah sebagai fitnah dan disinformasi. Ia menegaskan bahwa ia telah mendedikasikan kariernya untuk melayani negara melalui berbagai penugasan dan tanggung jawab. Prinsip-prinsipnya tetap tidak berubah, yaitu menjaga persatuan Indonesia, Pancasila, UUD 1945, dan stabilitas nasional.
Ia juga menambahkan bahwa kritikan terhadap kebijakan pemerintah dalam demokrasi tidak boleh ditujukan untuk merebut atau menggulingkan kekuasaan. "Itu bukanlah jalan yang saya yakini," katanya. Hendropriyono juga mendesak publik untuk memverifikasi informasi sebelum membagikannya.(merdeka.com).
Sumber: https://www.merdeka.com/peristiwa/mantan-kepala-bin-am-hendropriyono-ingatkan-waspada-disinformasi-dan-upaya-pecah-belah-bangsa-584620-mvk.html?page=4
komentar Pembaca