ekbis
Pengrajin Tenun Yesi Songket Melayu di Ujung Tanjung Butuh Perhatian Pemkab Rohil
Laporan: Anggi Sinaga
Sabtu, 19 Nov 2016 16:09
UJUNGTANJUNG-Bunyi khas alat tenun bukan mesin terdengar nyaring ditelinga di sebuah rumah di jalan Lintas Ujung Tanjung - Bagan Siapiapi Dusun Bencah Seribu Kepenghuluan Ujung Tanjung Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, terlihat seorang ibu beranak satu ini sedang melakukan kegiatan kerajinan tangan tenunan songket khas Melayu Rokan Hilir.
Saat spiritriau.com menghampiri Yesi (33) pemilik karya Tenun "Yesi songket Melayu Rohil " dirumahnya terlihat ada dua alat tenun bukan mesin (Atbm) namun terlihat hanya satu alat tenun yang saat itu dioperasikan.
Yesi banyak menceritakan kepada spiritriau.com, usaha tenunan miliknya ini dirintisnya sejak 2011 lalu bersama suaminya Erwin yang bekerja sebagai eksternal disalah satu perusahaan pembiayaan (leasing), menurutnya hasil karya tenunnya sudah banyak juga dipesan oleh orang luar dari Rohil.
Yesi menceritakan bahwa kepandaian menenun kain songket ini ia dapatkan dari kakaknya di Pekanbaru saat ia masih gadis.
Dijelaskannya penenunan merupakan proses penyelesaian akhir untuk menghasilkan selembar kain khas yang merupakan produk asli buatan tangan (handmade).
"Pengolahan bahan baku ini tidak bisa dipandang sepele karena sangat membutuhkan ketelitian, ketelatenan dan kesabaran, " ujarnya.
"Jika tidak benar-benar serius mau belajar, pasti tidak akan bisa karena menenun songket ini susah-susah gampang. Awalnya sangat susah sekali, tapi jika sudah biasa, sudah seperti gerakan otomatis saja," ujarnya
Dari hasil karya tenunanya yang dipasarkan berpariasi, mulai dari harga 200 ribu hingga 1.5 juta Rupiah, "tergantung motif dan corak yang diinginkan, " jelasnya.
Namun dirinya juga banyak mengeluh, sebab saat ini ia hanya bisa menenun apa adanya saja, karena keterbatasan dana yang ada.
Yusi berharap kepada pemerintah daerah, agar dapat memperhatikan
usahanya sebagai pengrajin tenunan songket khas Melayu. " Selama ini
kami belum pernah ada pihak pemda atau pejabat lain yang memberikan
motivasi atau perhatian kepada kami padahal ini adalah salah satu budaya
aset daerah yang perlu dilestarikan agar tidak hilang, " tuturnya
dengan logat bahasa Melayunya.
"Selama ini kami hanya pernah dibantu oleh seorang anggota DPRD Provinsi Riau Siswadji Muljadi membuatkan spanduk dan papan merk usaha ini, " pungkasnya. (asg)
Ekbis
PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
Pekanbaru-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan pengho
Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-
DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang
JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di
Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka
JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid
Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan