Senin, 27 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Produksi Padi Meranti Terus Menanjak, Panen Tahunan Capai 6.000 Ton

Berita

Produksi Padi Meranti Terus Menanjak, Panen Tahunan Capai 6.000 Ton

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 04 Feb 2026 15:33
(FotoGoriau.com)
SELATPANJANG â€" Sektor pertanian di Kabupaten Kepulauan Meranti menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Produksi padi daerah ini tercatat terus meningkat dan kini menembus angka sekitar 6.000 ton per tahun, naik signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Kenaikan produksi tersebut terlihat jelas saat pelaksanaan Panen Raya Padi bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, yang digelar di Desa Mekar Baru, Kecamatan Rangsang Barat, Rabu (4/2/2026).

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menegaskan bahwa peningkatan hasil panen padi merupakan bagian penting dari strategi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung agenda nasional swasembada pangan.

"Pangan adalah kebutuhan vital manusia. Karena itu, sektor pertanian, khususnya tanaman pangan, harus terus diperkuat agar daerah mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Ini sejalan dengan fokus Presiden pada ketahanan dan swasembada pangan," ujar Asmar.

Ia menilai panen raya bukan sekadar seremonial memetik hasil tani, melainkan cerminan meningkatnya kapasitas produksi pangan di daerah.

"Dengan meningkatnya produksi padi, kita tidak hanya menjaga ketersediaan pangan masyarakat, tetapi juga memperkuat kedaulatan ekonomi dan stabilitas daerah," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Asmar juga menyebut Desa Mekar Baru sebagai salah satu wilayah yang konsisten menjadi sentra produksi padi di Kepulauan Meranti. Desa ini dinilai memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan beras masyarakat setempat.

"Desa ini konsisten melakukan penanaman padi dan hasilnya dikenal masyarakat. Ini bukti bahwa potensi lokal kita sangat besar jika dikelola dengan baik," katanya.

Lebih lanjut, Asmar memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat dalam mendukung sektor pertanian. Dukungan tersebut mencakup penyediaan sarana dan prasarana pertanian guna mendorong peningkatan produksi sekaligus kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kepulauan Meranti, Ifwandi, mengungkapkan bahwa lonjakan produksi padi tahun ini tergolong sangat signifikan. Dibandingkan tahun sebelumnya, hasil panen meningkat lebih dari 3.000 ton.

"Dibandingkan tahun sebelumnya, hasil panen padi kita meningkat, dan kini mencapai sekitar 6.000 ton per tahun. Alhamdulillah, Ini capaian yang cukup luar biasa dan aplaus untuk para petani kita," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa kebutuhan beras masyarakat Kepulauan Meranti masih tergolong tinggi, yakni sekitar 19.000 ton per tahun. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 13.000 ton yang harus dipenuhi dari luar daerah.

"Jika petani mampu panen dua kali setahun, produksi bisa naik menjadi 12.000 ton. Ke depan, kita targetkan tiga kali panen dalam setahun agar kekurangan ini bisa terus ditekan," jelasnya.

Untuk mencapai target tersebut, DKPP akan terus mendorong optimalisasi lahan pertanian serta penerapan teknologi modern di sektor pertanian.

"Pengolahan lahan harus beralih dari tenaga manual ke teknologi, seperti traktor dan mesin panen, serta pembentukan Brigade Pangan," tegasnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Mekar Baru, Saparudin, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan pemerintah terhadap para petani di desanya.

"Dari total luas wilayah desa 960,72 hektare, sekitar 345 hektare merupakan lahan pertanian. Bantuan alsintan seperti traktor dan pompa air sangat membantu peningkatan produksi," ujarnya.

Ia berharap dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) dapat terus ditingkatkan agar produktivitas petani semakin optimal ke depan.

Panen raya tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Satgas Swasembada Pangan Provinsi Riau, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BPMP) Provinsi Riau, Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III, serta Perum Bulog Wilayah Riau-Kepri. (grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.