Minggu, 19 Apr 2026

Ekbis

RI Dapat Manfaatkan Peluang di AS

Sumber : Okezone.com
Rabu, 25 Jan 2017 10:48
Shutterstock
Ilustrasi
JAKARTA-Indonesia diharapkan dapat memaksimalkan peluang kekosongan pasar di Amerika Serikat (AS) apabila komoditas barang dari China benar-benar dipangkas.

Meski demikian, upaya itu tidak mudah karena Indonesia juga akan bersaing dengan Vietnam, India, dan negara eksportir komoditas industri lain dari Asia. Co-founder Paramadina Graduate School of Diplomacy Dinna Wisnu menekankan, karena itu, Indonesia perlu bergerak cepat sehingga dapat mengimbangi arus persaingan global.

Kekosongan produk-produk industri di pasar AS diperkirakan akan cukup besar karena China merupakan salah satu mitra dagang terbesar AS. "Namun, saya kira secara struktur, di kabinetnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekarang, kita sepertinya tidak mungkin bergerak cepat. Pertama, bukan gayanya. Kedua, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tidak didukung sepenuhnya oleh kementerian lain karena dibelah-belah. Menlu terkadang sekadar menjembatani," imbuh Dinna di Jakarta kemarin. Produk-produk China yang akan dipangkas pemerintahan baru AS kemungkinan besar merupakan consumer good .

Masalahnya, produksi consumer good di Indonesia juga masih memerlukan perhatian dan dukungan serius karena masih belum berkembang baik. Dinna juga mengaku skeptis karena selama era Jokowi bagian perindustrian kurang tersentuh. Deputi Sekretaris Wakil Presiden Indonesia Dewi Fortuna Anwar mengatakan, seandainya proteksionisme Trump benar-benar dilaksanakan terhadap China, ekonomi Negeri Panda itu secara langsung akan sangat terpukul sebab pasar AS sangat penting dan menguntungkan bagi China.

"Kalau itu terjadi, tentu akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi China. Dan, itu juga akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia yang mengekspor banyak komoditas ke China. Indonesia barangkali diharapkan dapat mengisi sebagian dari pasar yang tadinya didominasi China di AS. Tapi, kita harus menunggu dulu," kata Dewi.

Dewi menjelaskan, sejauh ini Indonesia tidak bisa mengambil kebijakan nyata untuk isu ini karena realisasi kebijakan AS itu sendiri belum terlaksana. Pemerintah akan menunggu dan mengamati langkah yang akan benar-benar diambil Trump. Meski demikian, pemerintah berharap hubungan bilateral akan tetap menguat dan meningkat.

Sebagian negara di dunia memang khawatir dengan kebijakan proteksionisme yang akan diterapkan Trump. Meski demikian, kata Dewi, dunia juga harus melihat sejauh mana Trump melaksanakan proteksionisme tersebut sebab bagaimanapun AS merupakan kampiun globalisasi. Ekonomi AS juga sudah terintegrasi dengan ekonomi global. Trump juga diperkirakan menimbang kebijakannya secara matang karena sadar risikonya sangat besar. Faktanya, perusahaan multinasional paling banyak yang menguasai ekonomi global saat ini berasal dari AS.

Pabrik-pabrik AS belum tentu dapat kompetitif di negeri sendiri karena upah buruh jauh lebih tinggi dan peraturannya lebih rumit. Konsumen AS juga sudah terbiasa membeli barang murah. Sebagian besar barangnya diimpor dari China, Meksiko, dan negara lain yang memiliki penawaran bagus. Ketiadaan barang dari China akan membuat nilai barang menjadi lebih mahal, sementara daya beli masyarakat AS belum tentu naik dengan cepat.

Founder The Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menjelaskan bahwa Trump memiliki kebijakan imigrasi yang lebih ketat dan akan memulangkan para imigran ilegal. "Pemerintah Indonesia pada tahun ini harus lebih fokus pada perlindungan warga. (okezone.com)
Ekbis
Berita Terkait
  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:47

    Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

    Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:01

    Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:59

    Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik

    Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:43

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:04

    SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

    RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.