Berita satu.com
Dugaan penyalahgunaan dana CSR BI atau Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) belakangan ini menjadi sorotan publik setelah sejumlah nama anggota Komisi XI DPR RI disebut-sebut menerima dana tersebut.
Dalam situasi ini, penting untuk memahami siapa sebenarnya yang berhak menerima dana CSR BI dan apa manfaat utama dari program ini bagi masyarakat.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dijalankan secara terstruktur dan terencana sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat.
“Manfaat program ini dirasakan hingga 47.000 mahasiswa dan siswa di seluruh wilayah Indonesia,” kata Ramdan dalam keterangan tertulisnya, pada 29 Desember 2024 silam.
Apa Itu CSR BI atau PSBI?
CSR BI merupakan bentuk tanggung jawab sosial Bank Indonesia kepada masyarakat yang dikenal secara resmi sebagai Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Program ini dijalankan secara sistematis dan terencana, Ramdan menyebutkan bahwa PSBI berfokus pada tiga pilar utama, yaitu penguatan ekonomi masyarakat, bantuan sosial untuk kelompok rentan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan beasiswa, berikut lengkapnya:
1. Pemberdayaan ekonomi masyarakat
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, warung kecil, serta kelompok usaha produktif lainnya.
Bentuk bantuan meliputi penyediaan barang dagangan, pelatihan kewirausahaan, pelatihan ekonomi digital, serta pendampingan usaha agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
2. Kepedulian sosial
Difokuskan untuk membantu masyarakat dalam berbagai aspek sosial seperti pendidikan, kesehatan, kebudayaan, lingkungan, hingga penanggulangan bencana.
PSBI telah menyalurkan bantuan ke berbagai daerah untuk kebutuhan pokok pasca-bencana, mendukung pembangunan sarana ibadah seperti masjid dan pesantren, serta kegiatan sosial lainnya yang memiliki dampak luas.
3. Pengembangan SDM unggul
Fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui edukasi dan beasiswa. Program ini telah menjangkau lebih dari 47.000 siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia.
Bentuk bantuannya termasuk pemberian beasiswa untuk mendukung kelancaran studi, penguatan kapasitas akademik, serta peningkatan sarana pendidikan di sekolah dan kampus.
Ketiga pilar tersebut bertujuan mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat melalui berbagai inisiatif seperti bantuan pendidikan, pelatihan usaha, dukungan UMKM, hingga bantuan bencana.
Siapa yang Berhak Menerima CSR BI?
Menurut pernyataan Ramdan, dana CSR BI tidak diperuntukkan bagi individu secara langsung, melainkan bagi lembaga atau organisasi masyarakat yang memiliki legalitas resmi serta program kerja yang konkret. Berikut adalah kriteria penerima dana PSBI:
Berbentuk lembaga/organisasi/kelompok, bukan perorangan.
Memiliki identitas yang sah dan disahkan oleh pejabat berwenang.
Mengajukan proposal kegiatan yang sesuai dengan ruang lingkup PSBI.
Proposal harus bertujuan sosial dan tidak bertentangan dengan peraturan Bank Indonesia.
Setelah proposal dikirimkan, BI akan melakukan proses verifikasi dan asesmen, termasuk survei ke lapangan. Jika disetujui, dana akan disalurkan dan penerima diwajibkan memberikan laporan pertanggungjawaban.
Manfaat CSR BI bagi Masyarakat
1. Pemberdayaan ekonomi masyarakat
PSBI mendukung UMKM, warung pemula, dan kelompok usaha produktif lainnya. Bantuan diberikan dalam bentuk:
Penyediaan barang dagangan untuk mendukung operasional warung.
Pelatihan kewirausahaan dan ekonomi digital agar pelaku usaha mampu bersaing.
Pendampingan usaha secara berkelanjutan oleh tenaga ahli atau mitra binaan.
Tujuannya adalah menciptakan kemandirian ekonomi dan memperkuat fondasi usaha masyarakat kecil.
2. Dukungan pendidikan
Program ini memberikan akses pendidikan kepada siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, melalui:
Beasiswa pendidikan untuk mendukung kelancaran dan penyelesaian studi.
Bantuan peningkatan sarana dan prasarana di sekolah dan perguruan tinggi.
Program edukasi literasi ekonomi dan keuangan kepada pelajar dan mahasiswa.
Hingga 2024, tercatat lebih dari 47.000 siswa dan mahasiswa di seluruh Indonesia telah merasakan manfaat dari program ini.
3. Penanggulangan bencana
CSR BI berperan aktif dalam merespons situasi darurat di berbagai wilayah Indonesia. Bentuk bantuannya antara lain:
Distribusi kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat untuk korban bencana alam (banjir, kebakaran, gempa bumi, dll).
Bantuan logistik dan sanitasi di lokasi pengungsian.
Fasilitasi pemulihan ekonomi pascabencana bagi kelompok terdampak.
4. Pelestarian budaya dan dukungan keagamaan
PSBI juga diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai budaya dan keagamaan masyarakat, melalui:
Bantuan pembangunan atau renovasi tempat ibadah seperti masjid dan pesantren.
Dukungan kegiatan seni, budaya lokal, serta pelestarian tradisi.
Fasilitasi pelatihan atau festival kebudayaan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap warisan budaya.
Dengan pendekatan ini, CSR BI berkontribusi terhadap pembentukan masyarakat yang lebih berdaya secara ekonomi, cerdas secara pendidikan, tangguh menghadapi bencana, dan kaya secara nilai budaya serta spiritual.
Bagaimana Proses Pengajuan CSR BI?
Menurutnya Ramdan, syarat yang harus dipenuhi oleh pemohon adalah berupa lembaga atau organisasi yang memiliki identitas resmi yang diakui oleh pejabat berwenang. Selain itu, pemohon juga diwajibkan memiliki program kerja yang jelas dan terukur.
“Semua pihak dari unsur masyarakat dapat mengajukan proposal permohonan PSBI dan dikirimkan ke kantor BI pusat dan daerah,” kata Ramdan.
Pengajuan dilakukan dengan cara:
Mengirimkan proposal kegiatan ke kantor Bank Indonesia pusat atau daerah.
Verifikasi dan survei lapangan oleh tim BI.
Penilaian kelayakan dan penetapan jumlah bantuan berdasarkan proposal.
Penerimaan bantuan dan pelaporan pertanggungjawaban.
Proses ini mengikuti prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kemanfaatan sebagaimana ditegaskan oleh BI.
Dana CSR BI seharusnya menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat, bukan alat kepentingan politik atau pribadi. Dengan tata kelola yang benar dan keterlibatan masyarakat yang aktif, manfaat program ini bisa menjangkau lebih banyak pihak yang benar-benar membutuhkan.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com
Ekbis