Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Solar Langka di SPBU di Pelalawan Ditambah Kabar Kenaikan Pertalite, Masyarakat Berharap Hal Ini

Solar Langka di SPBU di Pelalawan Ditambah Kabar Kenaikan Pertalite, Masyarakat Berharap Hal Ini

Admin
Senin, 29 Agu 2022 09:20
pekanbaru.tribunnews.com

PELALAWAN - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis biosolar masih langka di Kabupaten Pelalawan Hinga Minggu (28/8/2022).

Antrean panjang kendaraan masih terlihat di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Di tengah kelangkaan solar bersubsidi ini, pemerintah pusat berencana akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dalam waktu dekat.

Pengumuman itu menjadi buah bibir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Pelalawan.

BBM bersubsidi jenis Pertalite itu akan dinaikan harganya yang saat ini dibandrol Rp 7.650 per liter.

Tetapi belum dipastikan berapa kenaikan harga pertalite yang akan diputuskan pemerintah pusat.

Informasi yang beredar kenaikan sebesar Rp 2 ribu lebih atau tepatnya menjadi Rp 10 ribu per liternya.

Namun rencana pengumuman kenaikan harga itu belum mempengaruhi penjualan BBM pertalite di Pelalawan.

di beberapa Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan, aktivitas pengisian pertalite masih normal.


Belum terjadi penumpukan kendaraan terlihat di pompa BBM pertalite seperti di SPBU di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci.

Petugas pengisian di SPBU juga masih terus melayani kendaraan roda dua maupun roda empat yang antre.

"Masih aman nampaknya, belum langka. Kita berharap harga Pertalite tak jadi naik," tutur seorang warga Pangkalan Kerinci, Sudirman (41), Minggu (28/8/2022).

Kondisi yang sama juga terlihat di SPBU Jalan Koridor Langgam Kilometer 5.

Pengendara motor dan mobil masih leluasa mendapatkan pertalite tanpa harus antre lama dan panjang.

Demikian juga di SPBU Jalintim Kilometer 55, pembelian pertalite belum ada kendala yang berarti.

Hal ini menunjukkan jika pasokan BBM bersubsidi itu masih normal dari distributor.

"Masih harga lama, belum ada kenaikan. Itu pasti ada pengumumannya nanti," kata seorang petugas pompa saat Tribupekanbaru.com mencoba mengisi BBM.

Perempuan berbaju merah putih dipadu dengan jilbab hitam itu mengaku pasokan pertalite masih seperti biasa.

Pihak manajemen SPBU juga memesan dengan jumlah normal dan pengirimannyapun tepat waktu.

"Masih harga lama pak. Pengumumannya nanti dari pusat dulu, baru naik semua. Itu juga bos kita yang tahu," kata wanita itu sambil mengembalikan sisa transaksi.

Ketika Pertalite akan dinaikan, kelangkaan BBM jenis solar subsidi masih terjadi di Pelalawan.

Antrean panjang kendaraan yang mengkonsumsi solar masih terlihat di SPBU.

Bahkan seakan menjadi hal yang biasa kalau mobil berat dan besar berjejer menunggu giliran mengisi solar.

Mulai dari truk, Fuso, coltdiesel, hingga puluhan bus pengangkut karyawan perusahaan.

Hampir setiap hari pemandangan ini terlihat di beberapa SPBU di Pangkalan Kerinci.

Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan UMKM Pelalawan selalu mengimbau agar kendaraan operasional milik perusahaan swasta untuk tidak mengisi solar subsidi atau biosolar di SPBU.

Mobil perusahaan seharusnya menggunakan solar industri sesuai aturan pemerintah.

Sehingga subsidi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat lebih tepat sasaran.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.