Rabu, 05 Agu 2026
Ekbis
Sukses Sulap Parit Aman Jadi Kampung Patin, Ekonomi Warga Rohil Kian Menggeliat
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 05 Agu 2026 15:52
BAGANSIAPIAPI â€" Masyarakat Kepenghuluan Parit Aman, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kini bisa tersenyum lebar melihat perputaran roda ekonomi di daerah mereka. Keputusan warga yang dulunya menggantungkan hidup sebagai petani padi, nelayan, hingga pencari hasil hutan, kini membuahkan hasil manis berkat keberanian beralih ke sektor budidaya ikan patin.
Perubahan besar yang mengubah wajah desa ini tidak terlepas dari inisiatif Jufrizal Yasin, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berdomisili di Parit Aman. Membawa gagasan baru pada tahun 2000, ia sukses merangkul 100 warga yang tersebar di tujuh Rukun Tetangga (RT 01, 02, 03, 04, 07, 08, dan 011) untuk mulai membangun kolam tambak.
Pada fase awal tersebut, mereka membuat kolam berukuran 5x10 meter dengan kedalaman 1 hingga 1,5 meter untuk membudidayakan berbagai jenis ikan air tawar. Namun, seiring berjalannya waktu dan evaluasi pasar, kelompok ini sepakat untuk fokus sepenuhnya pada ikan patin sejak tahun 2008 guna mendongkrak pendapatan ekonomi warga.
Puncaknya terjadi pada tahun 2020. Antusiasme masyarakat Parit Aman semakin tak terbendung, membuat mereka beramai-ramai membangun keramba pribadi maupun kelompok untuk merawat bibit ikan berkumis tersebut.
Raup Puluhan Ton Sekali Panen
Ketekunan memberi pakan sesuai jadwal, memantau perkembangan, serta menjaga keamanan kolam akhirnya terbayar lunas. Membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar enam hingga delapan bulan, Kampung Patin kini mampu menghasilkan 20 hingga 30 ton ikan setiap tahunnya.
"Kendala awalnya seperti susahnya mendapatkan pakan ikan, harga yang mahal, serta faktor cuaca. Kondisi kolam juga mesti dijaga ekstra agar hewan pemangsa seperti biawak tidak dapat masuk," urai Jufrizal menceritakan masa-masa perintisannya, Rabu (5/8/2026).
Meski sempat ada warga yang pesimis, kolaborasi yang kuat mampu menepis keraguan tersebut. "Ketabahan, keuletan, dan kerja sama membuat usaha ini berhasil, sehingga daerah ini sekarang dikenal sebagai Kampung Patin," terangnya.
Harapan Berkelanjutan bersama PHR
Nilai ekonomis yang dihasilkan kini sangat menjanjikan. Hasil panen tidak hanya diserap oleh pasar tradisional dan rumah makan lokal, tetapi juga telah rutin dijual ke luar wilayah Kabupaten Rokan Hilir.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran serta pihak swasta, salah satunya Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang turut memberikan dukungan kepada kelompok peternak di sentra budidaya yang hanya berjarak 8 kilometer atau sekitar 10 menit dari pusat kota Bagansiapiapi tersebut.
"Kini malah ada yang membuat budidaya ikan patin secara perseorangan, namun sistem perkelompok di Kampung Patin ini tetap jalan. Ke depannya kami berharap pihak PHR tetap membantu memberikan bimbingan dan pelatihan kepada warga. Kami dibantu PHR, berharap ini berkelanjutan karena potensinya sangat menjanjikan,"(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/sukses-sulap-parit-aman-jadi-kampung-patin-ekonomi-warga-rohil-kian-menggeliat.html
komentar Pembaca