Ekonomi
Sukses dari Inovasi Peralatan Membatik
Kamis, 27 Okt 2016 12:21
BANTUL - Usia masih muda sudah memiliki perusahaan sendiri, menjadi harapan setiap pemuda di negeri ini. Mungkin, kisah pemuda dari Dusun Jeblog, RT 02, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul satu ini melukiskan sosok anak muda yang dikatakan sukses itu.
Dia Nova Suparmanto, pemuda kelahiran 24 November 1989, pemilik sekaligus pimpinan PT Putra Multi Cipta Teknikindo, perusahaan yang bergerak dalam industri perdagangan barang dan jasa bidang batik. Melalui produk-produk dengan brand Auto Elektric Stove for Bantil atau yang dikenal dengan singkatan Astoetik, perusahaan milik Nova itu memiliki konsep pemberdayaan masyarakat sekitar.
Setidaknya, ada sepuluh orang karyawan yang merupakan tetangga sekitar rumahnya bekerja dengan dirinya dalam mengembangkan produk dan pemasaran Astoetik. "Produk sudah tersebar di seluruh Indonesia, kami pasarkan secara online juga kerja sama dengan toko batik," ucap Nova ditemui di galeri miliknya, kemarin.
Pemuda yang kini tengah menempuh studi S-2 Teknik Industri di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu mengisahkan, awal mula dia melakukan inovasi peralatan batik dari listrik bermula saat dia berkunjung ke perajin batik yang ada di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri pada 2011 silam.
Waktu itu, dia yang masih menjadi mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan terbiasa melakukan penelitian mencoba membuat teknologi dalam bidang batik, terlebih saat itu batik yang telah diakui UNESCO tengah menjadi trend di masyarakat. Berangkat dari obrolanobrolan dengan pembatik, Nova pun mendapat ide melakukan inovasi di proses produksi.
Pembatik mengaku sering mengalami kendala masalah energi untuk pemanasan malam seiring mahalnya harga minyak tanah. Selain itu, perajin juga kesulitan dalam mendapatkan cara memanaskan malam supaya suhunya stabil. Persoalan yang dialami para pembatik itu menjadi loncatan ide bagi mahasiswa untuk melakukan inovasi. "Ide yang muncul membuat kompor listrik," tuturnya.
Tahun 2012 Nova pun mulai memproduksi kompor listrik. Inovasi itu pun diakui selain hemat energi, secara otomatis juga dapat mengatur kestabilan suhu pada malam batik sehingga dapat menempel dengan sempurna pada kain. Dalam perkembangannya, kompor listrik yang diproduksi pun ada yang berbahan dari tanah liat, ada pula yang berbahan plat alumunium.
Hastono Adi, karyawan di bidang riset dan pengembangan membeberkan, untuk kompor dari bahan tanah liat itu, perusahaannya bekerja sama dengan perajin tanah liat kasongan. Kompor dari tanah liat itu pun biasanya banyak disukai para pembatik karena bentuknya tradisional. Inovasi pun terus dilakukan dengan memunculkan produk kompor otomatis.
Dengan kompor otomatis itu, ketika malam batik sudah panas, kompor akan mati dengan sendirinya, begitu pula ketika sudah dingin, kompor akan menyala sendiri. Pemanasan kompor itu menggunakan elemen yang mirip dengan setrika listrik dengan daya listrik maksimal hingga 200 Watt.
Kini, perusahaan itu pun mengembangkan produk canting listrik. Canting ini, bermanfaat untuk mendapatkan suhu stabil, dan cocok digunakan ketika tengah melakukan kegiatan pameran membatik. "Ada juga kompor untuk batik cap yang kini tengah kami kembangkan," bebernya.
Setidaknya, dalam satu bulan, kompor listrik Astoetik bisa diproduksi sebanyak 200 unit. Selain digunakan kalangan pembatik, kompor itu juga ada yang dipesan instansi pendidikan untuk pembelajaran membatik di sekolah. Bahkan, menurut penuturan Nova, dia sempat mengirim kompor batik ke Australia untuk kepentingan pembelajaran.
Produk-produk Astoetik yang dikembangkan Nova pun banyak diakui manfaatnya dan mendapatkan banyak apresiasi. Bahkan sembilan penghargaan pun telah disabet baik itu dari dalam maupun luar negeri. (Okezone.com)
Menuju Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung - PHR Berdayakan UMKM Riau
PEKANBARU-Transformasi besar tengah berlangsung pada geliat ekonomi lokal Provinsi Riau. Pelaku UMKM yang sebelumnya bergerak sendiri-sendiri tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wada
PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional Sebagai Game Changer Ketahanan Energi Nasional
Jakarta- Sebagai langkah strategis, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. Berpotensi menjadi game changer memperkuat po
Bulog Kantor Cabang Rengat Salurkan Bantuan Pangan Alokasi Februari-Maret 2026, Ini Jenis Bantuannya
RENGAT - Pemerintah resmi melaksanakan launching penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Rabu, (18/3/20
Malaysia Batalkan Perjanjian Dagang dengan AS
JAKARTA - Malaysia membatalkan perjanjian dagang timbal balik alias Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS). Dengan demikian tarif impor Malaysia ke AS 19% tidak berlaku lagi u
Bansos Pangan Cair ke 33,2 Juta Penerima, Dapat 20 kg Beras dan 4 Liter Minyak Goreng
JAKARTA - Bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng mulai disalurkan ke seluruh wilayah Indonesia untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Bantuan diberikan kepada lebih dari 33,2 juta penerima manf